Wednesday, June 26, 2013

Bandara, where is your destination?

Terlepas dari lamanya kita menunggu atau ruang tunggu yang penuh sesak hingga lebih mirip seperti terminal, bandara selalu menyenangkan. Terlebih untukku yang memang menyambangi bandara hanya beberapa kali dalam setahun. Meskipun keliatannya datar-datar aja, aku selalu excited kemanapun tujuanku. Ya, bandara is my gate of escape. Saatnya untuk sebentar melepaskan diri dari rutinitas yang itu-itu aja, dan menikmati suasana baru.

So thats why i love bandara.

Pernah baca di sebuah buku, di bandara, semua orang punya tujuan. Kita nggak bisa masuk tanpa tiket. Dan kita nggak bisa beli tiket tanpa tau tujuan kita. Pertanyaan basa basi pertama di bandara adalah, mau kemana? Dan hampir semua bisa menjawab. We all have a destination here.

Berbeda dengan hidup, kadang kita nggak benar-benar tau atau memikirkan tujuan hidup kita. Tujuan akhir ada, tapi how we live our life, what goal we need to achieve, sejujurnya masih blawur buatku.
Menunggu di bandara cukup membuatku merenung. Di antara sekian banyak orang ini, berapa banyak yang sudah tau atau bahkan sudah mencapai tujuan hidupnya? Dan apa sebenernya tujuan hidupku?

Sepertinya aku harus menetapkan tujuan hidup dulu. Baru bisa cari tiket untuk tujuan itu. Termasuk semua rencana yang berkaitan dengan itu.
I need time.

But at least, i have a destination now. Aku akan ke Jogja. Kunjungan ke Jogja kali ini mungkin akan berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya. I feel a pressure in the air, in my mind. I hope i can answer the question that i hate. But yeah, i have to stay happy and stay positive for next 2 weeks. Oh noo, i have to do that in my entire life! So, be happy and find your next destination, Difa!

Sunday, June 16, 2013

Dani Pedrosa Finish Kedua Lagi di MotoGP Catalunya

Kenapa lagi? Soalnya tahun kemaren juga finish kedua, dan race sebelumnya di Mugello juga finish kedua. Semua di belakang Lorenzo. Cerita race mirip-mirip sama Mugello juga. Dani as a poleman dan dua-duanya (Mugello & Catalunya) Dani menciptakan rekor tercepat untuk kualifikasi. Di Mugello Dani mematahkan rekor miliknya sendiri di tahun 2013. Di Catalunya Dani memecahkan rekor mantan teammatenya, Casey Stoner di tahun 2008.

I think it's a good sign, but not that really. Selepas start, Dani kurang bisa mempertahankan posisi pertamanya dan langsung disalip Lorenzo. Lap 1, Lorenzo, Dani, Marquez, Crutchlow, Rossi. Lap 25, Lorenzo, Dani, Marquez, Rossi. Membosankan, dari lap pertama sampe akhir posisinya nggak berubah. Nama Crutchlow nggak ada karna dia crash di awal balapan. Rossi yang nyariiiiiis diajak crash sama Bautista lagi akhirnya balapan sendirian di posisi 4, nggak mampu mendekat ke 3 rider terdepan.

Dani berusaha banget ngejar Lorenzo, tapi sampe lap terakhir nggak berhasil dan masih harus bertahan dari ancaman Marquez yang nempel terus di belakangnya. Nyaris kesalip, tapi Dani berhasil mempertahankan jalurnya dan Marquez hampiiir jatoh. Setelah itu Marquez agak menahan diri tampaknya, daripada kayak di Mugello, berhasil dapet posisi 2 tapi malah crash karena memaksakan motor. Beda sama Dani yang tau limit motornya dan milih untuk main aman.

Yah, second place was not so good but it good for the championship. Dani masih memimpin klasemen dengan keunggulan yang tinggal 7 poin dari Lorenzo. Aku nggak terlalu memperhatikan ekspresi Dani di parc ferme atau podium, tapi tampaknya dia lebih happy dibanding pasca race di Mugello. Meskipun pas interview post race, Dani nggak menyebutkan kata happy atau thanks to the team, thanks to the fans.

Honestly, i'm unsatisfied with the result. Second podium was great, but.... i think i had a high expectation about the race. Pertama, ini race ke 200 Dani dan di depan publik sendiri, harusnya bisa tampil 200% kan? Kedua, lap time Dani konsisten dan bahkan set up the new pole record, fastest man ever at Catalunya. Ketiga, race minggu kemarin Vettel dapet pole position dan menang di GP Kanada. Analogi yang aneh ya? Tapi kadang hasil balap mereka itu equal. Vettel finish kedua di Monaco, Dani finish kedua di Mugello.

Katanya, lagi-lagi karena masalah ban. Pfiuuh, pemilihan ban di Catalunya memang tricky. Dan ban depan Dani cepat habis.. *heran deh, F1 sama motogp masalahnya sama, ban!*
Pada intinya, aku nggak puas karena ekspektasiku yang ketinggian. Aku berharap banget Dani menang di GP ke 200nya, tapi kenyataannya lain. Kepuasan = kenyataan - harapan. Thats why i'm dissapointed with the race.

It's a tough weekend for me. Mati lampu 19 jam (i was hoping my lamp is on everytime i open my eyes, but not happen). Nggak bisa streaming itakiss, selalu buffering sampe akhirnya aku menyerah. PMS (ini memperburuk suasana). Dan Dani yang nggak menang. Sudahlah, semoga di Assen Dani bisa menang lagi. Oke my Dani?

Fightiiiiiingg!!

Keep calm and be a world champion.

Note: Lorenzo was faster than Dani because he using the new engine, his fourth engine. Dani masih pake engine pertamanya. Selama 1 musim, pembalap dibatasi hanya dengan 5 engine. Lorenzo may get trouble with it and i hope my Dani Pedrosa lancar di puncak klasemen sampe race terakhir. Hohoo..

Wednesday, June 12, 2013

Gu Family Book vs Itazura Na Kiss Love in Tokyo


Kenapa diversusin? Haha, iseng aja, soalnya dua drama ini yang lagi aku ikutin banget. Yang satu K-drama, satunya dorama. Dan dua-duanya bikin penasaran tiap minggunya. Gu Family Book tayang di Korea sono tiap Senin – Selasa jam 9.55, sementara Itakiss Love in Tokyo tayang tiap Jum’at jam 24.00 di Jepang sana. Drama Korea sih masih mending, seminggu tayang 2x. Lha Itakiss tayangnya seminggu sekali. Aak, i’m dying of waiting! Jadi dalam seminggu aku akan galau beberapa kali. Hari Senin aku bakalan nggak sabar nunggu malam, waktunya mantengin soompi yang selalu ngasih spoiler pic real time episode yang tayang, sekalian nunggu update-an blognya Dani yang biasanya nongol Senin malem *oops, out of topic! :p*. Nggak lama setelah tayang di Korea sono, biasanya udah ada cuplikan episodenya di kanal youtube MBC (search aja MBCHot). Meskipun nggak ada subnya, tapi lumayan lah bisa liat sweet scene Kang Chi – Yeo Wool. Hari Selasa masih sama, masih mantengin Gu Family Book di soompi. Hari Rabu – Kamis waktunya nungguin sinopsis lengkapnya di Kdramatized sama kutudrama. Hari Jum’at, hari yang ditunggu-tunggu soalnya Itakiss tayang, tapi justru nggak bisa ngapa-ngapain, soalnya ini drama Jepang yang nggak ada thread semacam soompi, jadi infonya kurang update. Jum’at justru waktunya bersabar. Nah, Sabtunya baru deh ngecek tumblr Itakiss (search aja Itazura Na Kiss Love in Tokyo tumblr), biasanya udah bersliweran adegan penting yang baru tayang, sambil nunggu kalo-kalo mbak Dee Kutudrama iseng bikin spoilernya atau Hazuki Clover Blossom udah posting sinopsisnya (biasanya baru Minggunya sih). Sampai Sabtu pagi minggu kemarin aku iseng main ke dramacrazy, dan ya ampun jam 6 pagi udah ada aja Itakiss sub English yang baru tayang semalem , wow, so fast! I’m happy, meskipun kelar nonton terus galau lagi nunggu lanjutannya, haha. Hari Minggu waktu khusus buat nonton ayang Dani race *tetoot, OOT again!*

So, thats how i spent my entire weeks, i’m quite busy right? :p

Sekarang Gu Family Book udah tayang sampe episode 20 dari 24 episode yang direncanakan. Dan Itakiss baru sampe episode 10 dari 16 episode. Jadi aku akan galau gara-gara Gu Family Book sampai 2 minggu ke depan, dan galau gara-gara Itakiss masih 6 minggu lagi, omo! Dan gara-gara drama ini aku jadi kesengsem sama cute Kang Chi and cool Irie Naoki. Can i get a real Irie Naoki in my life? I want Kang Chi too, but remembering that he is a half man and half gumiho, i’m a little bit scared, haha, i’m sorry Kang Chi ya.


But honestly, aku jadi suka Lee Seung Gi gara-gara Kang Chi, omoo, i love his smile, his eyes, and his voice. Lee Seung Gi itu kalo main drama yaa ampun tatapannya, kalo liat sorot matanya sedih rasanya jadi ikut sedih. Kalo liat dia senyum lebar rasanya pengen ikut senyum. Selain aktingnya yang keren, suaranya juga baguus. Dia bahkan nyiptain lagu sendiri plus nyanyiin lagu buat OST Gu Family Book ini, lagunya bagus pun, ish kerennya. Sebenernya ini bukan drama pertama Lee Seung Gi yang kuikutin, aku udah nonton dramanya dia sejak Shining Inheritance, My Girlfriend is a Gumiho, sama The King 2 Hearts, tapi baru gara-gara Kang Chi aku kesengsem sama dia. Lee Seung Gi ini sebenernya nggak cakep-cakep amat, tapi adorable.

Terus Naoki gimana? Meskipun aku biasa aja sama Yuki Furukawa yang jadi pemeran Naoki, tapi he was playing his role as Irie Naoki so well. Aku bisa merasakan Naoki yang sebenernya super peduli sama Kotoko tapi berusaha ditutupin lewat sikap coolnya dia. Dan ya ampuun, tatapannya bahkan mengalahkan Kang Chi! Aku meleleeeeh. Coba liat tatapan dia yang ini, aaaah, tatapan cemburunya Naoki tu.


Atau tatapan yang ini, aiih, naokiii..


Atau tatapan sayang yang ini? :’)


Secara cerita, dua drama ini berbeda *ya iyaalah*. GFB ceritanya baru, fresh, sementara Itakiss ini versi remake kesekian dari manga berjudul sama. Tapi, meskipun Itakiss udah tau jalan ceritanya, aku sedikit lebih penasaran sama Itakiss daripada GFB, hahaa, entah kenapa. Banyak yang bilang kalo Itakiss Love in Tokyo ini remake terbaik dan yaah aku mengakuinya. I love Irie Naoki a thousand times more than Baek Seung Jo. Meskipun Itakiss versi Korea a.k.a Playfull Kiss aku tonton berulang-ulang, tetep aja aku kurang sreg sama yang jadi Baek Seung Jo dan Oh Ha Ni. Baru di Itakiss ini aku sreg sama pemainnya, Naokinya cool dan imut, Kotoko cantik dan heboh. Tapi ya rasanya aneh nonton drama Jepang, kebiasaan nonton K-drama siih.

Terus GFB gimana? Ah, i love chemistry between Kang Chi and Yeo Wool. Sweet scene mereka nggak bosen ditontonin berulang-ulang.



GFB masih menyisakan 4 episode lagi, dimana Kang Chi dan Yeo Wool udah jadian dan semakin cinta *halah*, Kang Chi ketemu ibunya (Seo Hwa) yang ternyata masih hidup dan meskipun harus melalui heart breaking scene, Kang Chi bertanya alasan Seo Hwa membuangnya ke sungai, apa Seo Hwa begitu membencinya? Kang Chi hanya menginginkan jawaban, sepahit apapun itu, tapi Seo Hwa hanya bisa diam. Setelah Kang Chi pergi dengan sedih baru Seo Hwa menangis dengan sedihnya. Tapi waktu denger ibunya dalam bahaya, Kang Chi langsung pergi menyelamatkan ibunya. Saat Kang Chi mengulurkan tangannya untuk membantu Seo Hwa, Seo Hwa justru mengambil pedang dan berjalan pergi, berkata ada yang harus dia lakukan dan orang yang harus dia bunuh. Kang Chi memintanya untuk pergi dengannya, tapi Seo Hwa justru berteriak dia harus membunuh orang yang melakukan ini pada keluarganya, ayahnya, dan dia. Kang Chi: “BAGAIMANA DENGANKU? Apa kau hanya melihat orang yang ingin kau bunuh? Apa kau tak melihatku? Apa kau tak melihat anakmu? Aku anakmu. Aku anakmu, ibu”. Seo Hwa menurunkan pedangnya dan meminta maaf pada Kang Chi karena memiliki ibu yang sepertinya. Aaaaaah, scene ibu – anak ini benar-benar mengharukan.



Dan ini scene terakhir episode 20, family reunion. Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa Wol Ryung yang sudah menjadi iblis 1000 tahun bisa mengingat Seo Hwa? Apa Kang Chi harus membunuh Wol Ryung, ayahnya sendiri? Kapan Kang Chi mulai mencari Gu Family Book? Dan kapan Joo Gwan Woong mati? Sumpah ya sebel banget sama kakek tua ini, dia penyebab penderitaan buanyak orang. Mari menunggu 2 minggu lagi, semoga aja happy ending dan semakin banyak sweet scene dari our cute OTP, Kang Chi – Yeo Wool.

Kalo Itakiss masih kudu banyak-banyak sabar. Soalnya ceritanya baru sampe yang Kotoko nginep di apartemen Naoki and second kiss *kyaaa!*. Naoki sama sekali belom ngaku sama Kotoko, Naoki belom pindah jurusan jadi dokter, Kotoko belum memutuskan jadi perawat, mereka belom nikah, ah masih panjang lah ceritanya, tapi semoga sampe Kotoko – Naoki punya anak ya? Hohoo..

Terus yang menang siapa, GFB atau Itakiss? Dua-duanya lah, aku suka semuanya! Yang aku nggak suka harus nunggu tayang tiap minggunya, nggak bisa dibikin tiap hari tayang gitu PDnim?

Sunday, June 9, 2013

Sinopsis J-Drama: Itazura Na Kiss, Love in Tokyo Episode 10



Musim dingin pertama setelah Kotoko masuk universitas. Kotoko menyiapkan bekal dengan gembira di dapur, ayah dan ibu Naoki serta ayah Kotoko akan melakukan perjalanan bersama ke pernikahan kawannya. Mereka berpamitan dengan gembira pada Kotoko dan Yuki,namun ibu Naoki khawatir meninggalkan mereka hanya berdua di rumah dan bertanya apa perlu kupanggilkan Naoki? Kotoko berkata tak perlu, Irie-kun mungkin sibuk, hanya sehari rasanya tak masalah. Kotoko menyerahkan sandwich yang dibuatnya sebagai bekal. Ayah Kotoko sangsi dengan bekal buatan Kotoko *hahaa*, tapi Kotoko meyakinkan kalau kemampuan memasaknya sudah meningkat sedikit sekarang. Mereka pun akhirnya berangkat. Kotoko bertanya dengan riang pada Yuki, “kau mau apa untuk makan malam?”. Yuki tak terlalu bersemangat dan berkata terserah Kotoko saja.

Makan malam siap dan Kotoko memanggil Yuki. Hari ini Kotoko memasak hamburger, hmm, dari tampilannya sih lumayan. Kotoko meminta Yuki mencicipi masakannya, Yuki memotong sedikit hamburgernya, memakannya dan menilai kalau rasanya lebih baik dari tampilannya. Kotoko senang, “Benarkah? Aku mengikuti resep Kin-chan kali ini dan aku sedikit percaya diri. Oya, sayuran di sekeliling hamburgermu jangan lupa dimakan juga”. Kotoko lalu mulai ikut makan dengan ekspresi puas, kali ini masakannya berhasil, haha. Yuki tampak tak bersemangat dengan makanannya dan tiba-tiba mengeluhkan perutnya yang sakit luar biasa. Kotoko panik dan khawatir kalau Yuki jadi seperti ini karena masakannya. Kotoko mencoba menelpon Naoki, tapi kemudian sadar kalau Naoki tak punya ponsel *whatt?? Hari gini nggak punya ponsel??*. Ibu Naoki juga tak bisa dihubungi. Kotoko sangat panik dan menelpon ke restoran ayahnya, Kin-chan yang mengangkat juga ikut panik karena tak bisa memberikan solusi. Senior Kin-chan mengambil alih telponnya, “Kau bilang keracunan makanan? Apa kau juga memakannya? Apa kau baik-baik saja saat ini?”. Kotoko sadar kalau dia baik-baik saja. Senior Kin-chan melanjutkan, “berarti mungkin bukan keracunan makanan, banyak sekali penyebab nyeri perut, bisa saja karena usus buntu atau penyakit lain. Sekarang telpon ambulance segera”. Kotoko mengiyakan dan Kin-chan berkata kalau ia akan membantu menemukan Naoki. Kin-chan segera minta ijin pada seniornya untuk keluar sebentar, seniornya mengiyakan, tapi shock begitu melihat banyaknya pengunjung dan dia sendirian, haha.

Kin-chan meminta bantuan Jinko dan Satomi agar bisa segera menemukan Naoki. Tak ada seorang pun yang tau alamat Naoki, tapi Kotoko tau tempat kerja Naoki, ingat Jinko dan Satomi. Kin-chan langsung menelepon Kotoko, tapi Kotoko yang masih panik dan baru sampai rumah sakit tidak mendengar kalau ponselnya berbunyi. Jinko dan Satomi hanya tau daerah tempat kerja Naoki, Kin-chan memutuskan untuk langsung mencari. Jinko dan Satomi yang ingin ikut dengannya diminta untuk mencari info dari Matsumoto Yuko saja.

Dan ya ampun, Kin-chan keren banget, semua kafe di daerah yang disebutkan tadi dimasuki satu per satu, tapi ia masih belum menemukan Naoki. Jinko dan Satomi berhasil menemui Yuko yang juga tak tau alamat rumah Naoki, Naoki tak pernah memberitahunya, tapi Yuko menyebutkan kafe tempat Naoki bekerja meski Yuko tak yakin dengan shift kerja Naoki. Kin-chan yang langsung diberitahu tempatnya langsung menuju kesana, dan akhirnya Naoki ketemu. Yaampuun, untung ya Naoki lagi kerja, kalo nggak kudu nyari kemana lagi coba??

Kin-chan memberi tau Naoki kalau Yuki sakit dan tanpa banyak komentar Naoki langsung menyambar jaketnya dan pergi dengan Kin-chan ke rumah sakit tempat Yuki dirawat.

Kotoko bingung saat dokter yang merawat Yuki berkata kalau kondisi Yuki tak parah, tapi perlu segera dioperasi dan bertanya apa kau keluarganya? Kotoko menggeleng dan berkata orang tua Yuki sedang bepergian. Dokter meminta Kotoko menghubungi anggota keluarga yang lain karena ada surat persetujuan yang harus ditandatangani. Kotoko semakin bingung.

Naoki sampai RS dan langsung bertanya dengan panik pada perawat dimana Yuki dirawat. Naoki masuk ke kamar Yuki dan bertemu Kotoko yang bilang kalau Yuki perlu segera dioperasi. Naoki menenangkan, ia sudah menjalani semua prosedur yang diperlukan dan Yuki akan segera dioperasi. Dokter masuk ke ruangan Yuki dan berkata operasi siap dilakukan sekarang.

Yuki masuk ke kamar operasi. Kotoko, Naoki, dan Kin-chan menunggu di luar. Kin-chan berpamitan pada Kotoko, ia harus segera pergi karena ia meninggalkan seniornya sendirian di restoran. Kotoko berterimakasih pada Kin-chan dan meminta Kin-chan menyampaikan terimakasihnya untuk senior Kin-chan. 


Kin-chan sudah berbalik pergi saat Naoki memanggilnya dan membungkukkan badannya dalam-dalam, berterimakasih pada Kin-chan. Kin-chan kembali mendekat dan marah, “Kau egois sekali. Tak ada seorang manusia pun yang bisa hidup sendirian. Kau tidak memberitahu alamatmu pada siapapun, kau tidak bisa ditemukan pada kondisi darurat seperti ini. Apa kau tau betapa paniknya Kotoko?”. Naoki terdiam. Kin-chan pergi setelah Kotoko sekali lagi berterimakasih padanya. Naoki tampak memikirkan perkataan Kin-chan dan terduduk di kursi ruang tunggu. Kotoko yang serba salah berkata kalau ia harus segera menelpon ibu Naoki. Naoki memberi isyarat kalau Kotoko tidak boleh ribut di ruangan RS, Kotoko mengerti dan keluar untuk menelpon.

Ibu Naoki panik saat diberitahu Yuki sedang dioperasi dan berkata kalau ia akan segera kembali ke Tokyo bagaimanapun caranya. Haha, jadi pas ditelpon itu ibu ayah Naoki sama ayah Kotoko lagi sibuk cari tumpangan ke Tokyo di tengah badai salju, sudah tidak ada penerbangan atau kereta menuju Tokyo lagi.


Naoki menyusul Kotoko keluar dan menemukan Kotoko yang menangis. Naoki menarik kepala Kotoko dan menyandarkannya di dadanya *ceritanya back hug*. Kotoko semakin menangis dan berkata kalau ia benar-benar takut. Kotoko berbalik dan memeluk Naoki. Naoki terkejut tapi berusaha menenangkan Kotoko. *aww, scene ini beneran sweet banget, Naokiiiiiiii!!*

Operasi Yuki berjalan dengan lancar. Dokter berkata pada Naoki, untung gadis itu bertindak cepat dan langsung membawa Yuki kesini, ini adalah penyakit yang bisa disembuhkan,tapi dapat berakhir fatal, terutama jika terjadi pada anak kecil. Dokter meminta Naoki untuk pulang malam ini, Yuki masih harus berada di ICU, tak perlu ditunggui dan kembali saja besok.

Naoki menemui Kotoko yang langsung berkata kalau ia saja yang menunggu Yuki malam ini. Naoki menggeleng, Yuki berada di tangan yang tepat, sebaiknya kita pulang saja malam ini, aku akan mengantarmu pulang. Eh tapi ternyata di luar lagi hujan salju. Naoki bergumam kereta terakhir sudah tak ada, dan tak mungkin pulang naik taksi dalam kondisi seperti ini. Kotoko mengamati jalanan dan sadar kalau dari tadi tak ada mobil yang lewat.

Naoki: “Kalau begitu kita ke apartemenku saja, hanya 10 menit berjalan dari sini”

Naoki berjalan duluan tanpa menunggu jawaban Kotoko. Kotoko shock dan menyusul Naoki sambil ribut soal payung.

Begitu sampai, Naoki membuka pintu dan mempersilahkan Kotoko masuk. Kotoko mengamati sekeliling ruangan dengan excited dan mulai heboh sendiri dengan imajinasinya.

“Apa Yuko-chan pernah kemari?”

“Tidak. Kau yang pertama.” *aawww...*

Naoki bertanya apa Kotoko mau mandi duluan, kau pasti kedinginan. Kotoko langsung menolak, kau saja dulu, kaulah pemilik rumah. Begitu Naoki mandi, Kotoko heboh sendiri dengan pikirannya. “Astaga, hanya aku berdua dengan Naoki di ruangan ini. Dan lagi, hanya ada satu tempat tidur. Aku pernah mengalami yang semacam ini, tapi sekarang situasinya berbeda”. Pokoknya hebohnya Kotoko banget dah.

Naoki selesai mandi dan menyodorkan baju ganti miliknya untuk Kotoko. Kotoko dengan gugup menerimanya dan masuk ke kamar mandi. Di kamar mandi Kotoko heboh lagi, “ah, ini shampoo yang dipakai Irie-kun. Ah, ini sabun yang baru dipakai Irie-kun” *lah, bukannya pernah serumah ya?*. Naoki mengetuk pintu kamar mandi, Kotoko panik, tapi Naoki hanya mengatakan letak handuknya. Kotoko mengambil handuk dan menciuminya, terus pingsan. Hahaa, nggak tau ding pingsan apa nggak, yang jelas Naoki kayak denger suara gedebuk, tapi nggak terlalu dia pikirin.

Naoki sedang membaca buku waktu Kotoko selesai mandi dan berterimakasih. Naoki bilang kalau ia akan pergi tidur sekarang, aku akan tidur di kasur dan kau di bawah. Kotoko langsung kaget, apa kau tak seharusnya berkata, baiklah aku tidur di bawah, kau pakai saja tempat tidurnya. Naoki akhirnya bilang kalau ia bercanda dan menyuruh Kotoko untuk tidur di atas, dan dia menyiapkan selimut untuk alas tidur di lantai. Naoki mematikan lampu dan bersiap tidur. Kotoko naik ke tempat tidur dengan ragu. Nggak lama, Kotoko memanggil Naoki dan bertanya apa lampunya harus dimatikan semua, apa tak bisa menyalakan satu lampu kecil saja? Naoki bilang ia tak bisa tidur kalau tak benar-benar gelap. Tapi Kotoko kekeuh, aku tak bisa ke kamar kecil kalau segelap ini. Naoki mengalah lagi dan menyalakan satu lampu di samping tempat tidur, “apa ini cukup?”. Kotoko mengangguk.

Naoki kembali ke posisinya di lantai dan berusaha tidur lagi. Kotoko gelisah dan bertanya lagi, ”apa kau tak kedinginan? Biar aku saja yang tidur di lantai”. Naoki bangun dan kesal, tentu saja disini dingin, lalu bangkit dan tidur di samping Kotoko, cuma ini cara agar kau tidak cerewet lagi. Kotoko shock dan panik. Naoki tidur membelakangi Kotoko.


Dalam hati Kotoko: “Apa yang aku harapkan? Yuki-kun dalam keadaan seperti ini. Aku tak bisa melakukannya. Tapi...kita ada di kasur yang sama dan dia tau mencoba melakukan apapun padaku. Apa ini berarti aku tak menarik sebagai wanita? Ah iya, pasti begitu

Naoki tiba-tiba bertanya, “Apa kau depresi? Aku tau kau depresi karena aku tak mencoba melakukan apapun?” Kotoko menyangkalnya. Naoki: aku tak ingin semua berjalan seperti keinginan ibu, jika ia tau kau bermalam disini dan jika sesuatu terjadi, itu jelas yang ia inginkan, dia akan mengontrol seluruh sisa hidupku. Kotoko membayangkan reaksi ibu Naoki dan berkata ia mengerti.

“Itulah sebabnya aku tak memberitau dimana aku tinggal. Jika ibu tau, dia akan membuat kunci duplikat, mengundang dirinya sendiri untuk datang dan memasak 3 kali sehari untukku. Jika itu terjadi, tak ada artinya lagi hidup sendiri. Jika aku tetap tinggal di rumah, lulus kuliah, dan mengambil alih perusahaan ayahku. Aku mencari tau apa itu yang kuinginkan. Aku hanya akan mengikuti takdir yang dibuat orang tuaku. Tak masalah kalau itu sesuatu yang benar ingin kulakukan, tapi aku tak yakin. Aku ingin hidup mandiri untuk menemukan apa yang ingin kulakukan pada hidupku”

“Kau pernah bilang kalau aku sadar hidupku lebih menarik saat menghadapi tantangan daripada tanpa kerja keras”

Naoki membenarkan.

“Jadi kau tidak memulai hidup sendiri karenaku?”

“Untuk apa aku mencari banyak masalah untuk hal semacam itu. Hidup sendiri sudah cukup berat. Aku sadar betapa manjanya aku saat di rumah. Tapi, ini terjadi karena itu, kau selalu menjadi sumber masalah bagiku, tapi kali ini aku yang menyebabkan masalah bagimu”

Kotoko menggeleng, “Tidak seperti  itu, ini satu-satunya yang bisa kulakukan. Kau bisa melakukan segalanya karena kau jenius. Aku berpikir soal ini di RS tadi, hidup orang tergantung pada keputusan yang diambil dalam hitungan detik, sesuatu yang sangat kecil bisa membuat penyakit yang bisa diobati menjadi tak bisa diobati. Aku sadar betapa rapuhnya hidup manusia”

Naoki mengakui kalau ia juga takut, tapi hidup kita sudah ditentukan Tuhan, tak ada yang bisa kita lakukan

“Tapi aku merasa kau bisa, Irie-kun. Kau bisa menemukan obat baru. Atau kau bisa menjadi dokter dan menyembuhkan penyakit dalam hitungan detik. Kau sangat berpotensi. Kau mulai hidup sendiri untuk mencari kemungkinan-kemungkinan”

“Meskipun ada jutaan kemungkinan, itu tak berarti apapun kalau kau tak tau apa yang ingin dilakukan. Sampai aku mampu melakukan segalanya atau aku bosan. Saat hidupku menjadi sangat sibuk. Apa yang penting untukku. Apa yang membuatku tertarik. Sedikit demi sedikit, aku akan menemukannya”

Tak ada tanggapan dari Kotoko, Naoki curiga dan berbalik. Bener aja, Kotoko sudah tertidur. Naoki memandangi Kotoko dan berkata, “Kau selalu seperti ini di saat penting”, sambil terus memandangi Kotoko yang tertidur. Aaaakk, Naoki, ciyee!


Paginya, Naoki bangun dan tak menemukan Kotoko di sampingnya. Di meja sudah tersedia kopi, dan notes dari Kotoko, “Aku langsung ke tempat Yuki. Minumlah kopi ini jika kau ingin. P.S. kita berbicara banyak semalam. Terimakasih. Kotoko.” Naoki meminum kopinya sambil menghela napas memandang apartemennya. Jangan-jangan dia kesepian lagi udah nggak ada Kotoko, fufufuu..

Ayah ibu Naoki dan ayah Kotoko sampai ke rumah dengan penampilan berantakan, banyak daun nempel gitu, dan ibu Naoki langsung heboh manggil Kotoko. Ibu sedang sibuk menyiapkan pakaian Yuki saat Iri-chan menariknya melihat keadaan rumah yang sepertinya takberubah sejak semalam. Ayah Kotoko juga datang dan berkata kalau Kotoko tak ada di kamarnya, sepertinya ia belum kembali. Ibu Naoki panik, kemarin katanya semua baik-baik saja, tapi sesaat kemudian sadar, apa mungkin ia di apartemen Naoki? Ibu Naoki heboh sendiri sementara para ayah sedikit shock.

Naoki berjalan di koridor RS bersama seorang perawat (Aiko Sato! Kotoko di Itakiss 1996, aaak!), adikmu baik-baik saja, seorang gadis muda datang sangat pagi dan merawatnya, tampaknya Yuki sudah lebih nyaman. Mereka masuk ke kamar rawat Yuki dan mendapati keduanya tertidur, “ah, dia pasti sangat lelah, jangan membangunkannya. Pacarmu sangat cute, aku jadi ingat saat aku sepertinya, I-ri...” Yak, doi inget sama Kassi, sebelum ngelantur, perawat Kotoko buru-buru pergi.


Naoki melihat barang-barang yang dibeli Kotoko untuk Yuki, hiasan di dinding yang dibuatnya, burung-burung kertas yang berserakan di tempat tidur, dan (kembali) memandangi Kotoko yang tertidur di sisi Yuki.




Kotoko terbangun dan melihat Naoki, “Irie-kun”. Naoki hanya berkata Yuki sedang tidur dan meletakkan bunga yang ia bawa di kasur Yuki. “Sulit dipercaya ia sangat kesakitan kemarin, dokter bilang ia bisa segera pulang.” Naoki mengiyakan dan mengajak Kotoko untuk bicara. Mereka pergi ke loteng RS, Kotoko senang bisa menghirup udara bebas. Sambil berjalan Naoki berkata, “hey, kau selalu berkata kau mencintaiku, tapi apa kau pernah berpikir soal perasaanku?” Kotoko tersenyum, aku tau kau sama sekali tak tertarik padaku. Naoki bergumam “bodoh” dan berbalik menatap Kotoko yang terkejut, itu tak benar, kata Naoki yang semakin mendekat dan mencium Kotoko.

Kotoko bangun dan berteriak, YANG KEDUA! Kotoko sadar kalau itu cuma mimpi. Saat melihat ke arah Yuki yang sudah bangun, Kotoko khawatir kalau teriakannya membuat Yuki terbangun dan panik saat melihat wajah Yuki merah dan mengira suhu tubuh Yuki naik lagi. Yakin, ekspresi Yuki juara! Antara frustasi, stress, sama bingung. Yuki berkata ia baik-baik saja dan menunjuk bunga yang dibawa Naoki, kakak membawanya untukku, saat kau tertidur. Kotoko kaget karena Naoki tak membangunkannya. Kakak harus segera ke kampus, jawab Yuki. Kotoko lalu pergi menaruh bunga di vas.


“Jadi ini sama sekali bukan mimpi”, pikir Yuki sambil mengingat sesuatu. Yuki membuka matanya saat Naoki duduk di samping tempat tidurnya memandangi Kotoko yang tertidur. Yuki hendak memanggil kakaknya saat Naoki tiba-tiba mendekat dan mencium Kotoko. Yuki melihat semuanya dan shock! Saat sadar Yuki melihat apa yang dilakukannya, Naoki hanya tersenyum dan memberi isyarat Yuki untuk diam dan pergi. Btw ini Naoki kok adem ayem aja ya pas Yuki liat doi nyium Kotoko, nggak kaget sama sekali..


Saat Kotoko kembali dengan vas bunga di tangannya, Yuki hanya bisa memandangi Kotoko, masih dengan wajah shocknya.

Komentar:
Sweetness overload! Yang nggak nguatin dari Naoki adalah tatapannya, he can’t take his eyes off to Kotoko. Coba kalo Kotoko sensitif sedikiiiiiit aja. Paling kasian sama Yuki, dia nggak percaya kalo Naoki ternyata beneran suka Kotoko, sampe bener-bener frustasi gitu ekspresinya, haha. Btw, Kin-chan, Jinko dan Satomi bener2 sahabat yang paling baiik buat Kotoko. -Difa-

Thursday, June 6, 2013

Liburan Singkat di Bali


Baliiii, akhirnya aku ke Bali! It’s like a dream comes true. Maklum lah, seumur hidup baru ini aku menginjakkan kaki di tanah Dewata setelah sekian lama pengen tau Bali itu kayak apa. Rencana tak terduga. Karena sebenernya tahun ini aku berencana ke Lombok, tapi gagal, semesta belum mengijinkan. Batavia air pailit beberapa bulan sebelum aku berangkat. Waktu itu aku sempat curhat ke Papa, “Pa, Difa nggak jadi ke Lombok, huhu”. Papa jawab, “nggak apa2, nanti liburan sama Papa aja”. Jawaban yang menenangkan, tanpa tau sebenernya semesta berkonspirasi untuk itu. Ya, aku ke Bali ikut acaranya Papa Mama yang kebetulan membolehkan masing-masing mengajak 1 orang lagi, jadilah aku dan adek ikutan.  Love you, Pa, Ma :*

Liburan super singkat, karena Sabtu berangkat dan Senin udah pulang lagi. Nggak kepikir buat extend, niatnya kan yang penting liat Bali aja, lagian males kudu arrange liburan sendiri, haha.

Sabtu pagi selepas subuh kita berangkat ke Balikpapan, flight ke Surabaya jam 10 pagi. Flight langsung ke Bali pake Garuda belom ada belom ada, jadi pake connecting flight di Surabaya. Dan setelah sekian lama nggak menginjakkan kaki di Bandara Juanda, Surabaya, aku takjub. Sumpah keren banget sekarang. Terakhir ke Bandara Juanda itu jaman belum ada flight langsung ke Jogja, jadi selalu turun di Juanda baru lanjut naik travel ke jogja, dan dulu bandaranya biasa aja. Sekarang besar, pake garbarata jadi gatenya banyak dan ruang tunggu jadi nggak terlalu penuh kayak terminal. Free wifi di seantero bandara, galon aqua di sudut ruang tunggu buat yang haus, dan yang paling penting, ada colokan! :D

Bunga di Bandara Juanda ini asli lho
Menurut jadwal, flight ke Bali kita jam 1 siang. Tapi, kelar keliling-keliling bandara, kita dapet konfirmasi dari Garuda kalo pesawat yang jam 1 siang nggak berangkat karena rusak, dan kita dialihkan ke penerbangan  jam 3 sore. Waduh, kalo sesore itu baru berangkat, bisa telat nyampe tempat acara. Untungnya staf customer service Garuda di bandara very helpful, kita dicarikan alternatif waktu penerbangan terdekat di maskapai lain, dapetlah Wings Air yang boarding jam 12.30. Mepet, tapi daripada telat, jadi kita ambil juga. Dan aku baru tau kalo pindah flight ternyata nggak seribet yang dibayangkan, tanpa tambahan biaya apapun, mana pake dianterin check in segala. Pokoknya tinggal terima beres aja.

Sampe ruang tunggu udah hampir jam 12.30, tapi belom ada tanda-tanda mau boarding, maklumlah namanya juga naik Wings yang satu grup sama Lion Air. Jam 1an, baru kita dipanggil untuk boarding, dan begitu sampe pesawatnya aku shock. Pesawatnya kok kecil? Kok baling-balingnya ada di samping? Kok bannya kayak kempes? Kok pas mau masuk pesawat hawa di samping pesawat kok panas banget? Pas masuk, kok sempit gini? Aku langsung nyesel ganti Garuda dengan Wings Air dan deg2an sepanjang perjalanan. Tapi alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sampai Bali dengan selamat sentosa. Nambah pengalaman juga, aku jadi pernah naik Wings Air, haha. Oya, aku sempat mengamati satu hal dan menyimpulkan kalo pramugari2 Garuda melayani dengan hati makanya kita juga enak liatnya, sementara pramugari Wings ekspresi mukanya yang “why i’m trapped in this small plane??”, makanya cemberut. Haha.

Sampai Bandara Ngurah Rai yang ternyata lagi di renovasi, kita langsung menuju hotel yang ada di daerah Kuta, yang ternyata cuma sepelemparan batu dari Ngurah Rai, deket banget! Kita nginep di hotel Bintang Kuta, bintang 4 loh ini. Berasa naik kelas banget setelah liburan terakhir ke Singapura nginepnya cuma di hostel. Hotel yang bagus di lokasi paling terkenal di Bali menyadarkanku kalo, liburan ala koper dimulaaaaaii!

Acara malem cuma gala dinner di pinggir kolam renang. Dari menginjakkan kaki di Bali sebenernya aku udah pengen cabut cari pantai, sampai bapak-bapak yang semeja di gala dinner ngasih tau kalo pantainya ada di belakang kita. Hah, aku yang penasaran langsung ke arah yang dimaksud, tapi gelap banget, nggak keliatan apapun dan nggak kedengeran suara ombak, jadi ragu. Besok paginya aku kesana lagi, dan ternyata emang beneran pantai. Yay, finally ketemu pantai! Masih area pantai Kuta, dan memang nggak berombak, makanya pas malem nggak denger suara ombak. Cuma bentar liat pantai terus balik hotel buat sarapan and then ngumpul depan hotel, siap berangkat trip hari ini!

I wanna go to the beach!
Pantai Kuta persis di belakang hotel
Jam setengah 9 pagi, bus berangkat meninggalkan hotel dan langsung ke Krisna, tempat oleh-oleh khas Bali. Waktu dibatasi 1 jam, dan semakin mendekati batas waktu, ibu-ibu peserta trip semakin kalap saja. Belanjaan yang banyak sampe kudu dipak di kardus besar, termasuk belanjaannya Mama, haha.

Oleh-olehnya, diborong-diborong!
Jam 10, perjalanan lanjut ke Bedugul, lumayan jauh karena Bedugul letaknya ada di tengah pulau Bali, sementara kita start dari selatan pulau. Kira-kira 1 jam perjalanan, bisa buat istirahat dulu, tapi entahlah, sayang rasanya buat mejam. Bali ternyata enak buat diamati, bangunannya khas, feelnya mirip sama Jogja. Suasananya khas dan menyenangkan.

Gloomy Danau Beratan
Tepat jam makan siang, kita sampai di Bedugul. Jadi Bedugul ini tempat yang mirip Ketep gitu, ada di dataran tinggi, dan objek wisata utama di sini adalah Danau Beratan. Kita makan siang di bangunan lantai 2 sebuah resto yang pemandangannya langsung ke danau. Suasana siang agak mendung dan berkabut. Kelar makan, kita berpindah ke Pura Ulun Danu yang ternyata deket banget sama resto tadi. Tanpa disadari, semua mungkin udah familiar sama Pura Ulun Danu, soalnya pura ini yang ada di uang 50 ribuan, dan emang beneran persis.

Pura Ulun Danu, Danau Beratan, Bedugul, Bali
Another view of beautiful Pura Ulun Danu
Puas foto-foto di Pura Ulun Danu, kita meninggalkan Bedugul dan menuju Pura Alas Kedaton, tempat yang banyak monyetnya. Sempat horror takut monyetnya aneh-aneh, tapi untunglah monyet disini kalem-kalem, mungkin beda cerita kalo ke Sangeh ya? Katanya monyetnya ganas-ganas, kacamata bisa diambil dan nggak dibalikin, hii, bisa kacau hidup kalo kacamataku sampe diambil monyet.

Alas Kedaton ini tempat yang relatif sepi, dan waktu itu kebetulan cuma rame sama rombongan kita aja. Untuk mengantisipasi serangan monyet, tiap 4 – 5 orang akan dapet 1 pemandu, ibu-ibu yang nggak minta bayaran udah nemenin kita, tapi kelar muterin area pura kita diminta mampir ke tokonya. Kalau beruntung kita bisa keluar dari tokonya tanpa beli apapun, tapi kalo lagi sial kita terpaksa beli barang yang mahal dan susah ditawar di tokonya. Yang unik dari toko-toko disini adalah semuanya kayak dikandangin, biar aman dari monyet-monyet nakal. Jadi kesannya kayak tutup, baru dibuka pas pemandunya bawa calon pembeli. Pas kita di dalem juga pintunya ditutup lagi, beneran kayak dikandangin.. >.<

Oke, habis dari Alas Kedaton, kita move on ke Tanah Lot, liat pura (lagi). Nah, beda sama Alas Kedaton yang sepi, Tanah Lot rame banget. Dan akhirnya, aku ketemu pantai lagiii! Meskipun sebenernya pantai yang kayak gini di jogja juga banyak.

Tanah lot. Rame banget kan?
Pantai Tanah Lot
Sama Papa di Tanah Lot
Sebelum hari benar-benar gelap, bis rombongan meninggalkan Tanah Lot menuju Jimbaran yang merupakan destinasi terakhir trip hari ini. Jadi kita akan makan malam di Jimbaran, persis di pinggir pantai. Jam 8 kita sampai di Jimbaran. Kita dijamu set makanan lengkap, mulai dari sup sebagai appetizer, lanjut main course yang terdiri satu piring penuh hidangan seafood (ikan bakar, sate cumi, udang bakar, kerang bumbu) dan masih bonus kepiting asam manis, sambelnya sambel matah yang cocok sama seleraku, nggak pedes dan banyak bawangnya. Minumnya kelapa muda utuh sama aqua botol kaca. Dessertnya sepiring buah-buahan.

Flowery girl at Jimbaran
Subhanallah, it’s an unforgettable dinner ever! Best food, best place, best atmosfer. Makan malem di pinggir pantai ditemani suara ombak ternyata rasanya sulit dideskripsikan. Dari seharian tour di Bali, rasanya ini penutup yang super menyenangkan.

Ya, dengan berakhirnya tur seharian, kelar juga liburan di Balinya. Super singkat, karena besoknya harus kembali ke realita. Aku bahkan belum ketemu pantai bagus dengan pasir putih dan air laut yang biru. Sepertinya harus diagendakan untuk kembali ke pulau ini lain kali. But so far, i’m happy with this trip, meskipun cuma bentar, setidaknya aku pernah ke Bali. Dan lagi, liburan ala koper ini menyenangkan. Semua terjamin, hotel enak, makanan enak-enak. Beda ya liburan diarrange sendiri sama ikut tur? Nggak bayar lagi. Kalo bayar sendiri bayangin aja, hotel semalemnya 1,3jt, belom makan prasmanan yang lengkap dan enak-enak itu, belum biaya transport keliling Bali, belom lagi kita dikasih dinner di Jimbaran. Sempet penasaran, biaya per orang buat dinner di Jimbaran, kata seorang sumber yang orang Bali, seorang bisa sampe 200rb untuk set full menu. Sementara peserta tur jumlahnya 180an, WOW, berapa habisnya??? Haha, sudahlah, sebagai peserta tinggal menikmati aja.

Thank you for this trip Pa, Ma. I’m happy! :D

Whats happen with you, my dear Dani?


Balapan minggu kemarin di Mugello, Italia kayaknya berat buat Dani. Iya sih Dani finish kedua dan tetap dapet 20 poin yang berharga untuk tetap duduk di puncak klasemen, tapi he’s not look that happy with the result. Pertama di sesi kualifikasi, dia keliatan kesel sama pembalap lain di belakangnya yang dianggapnya memanfaatkan slip streaming, salah satunya Dovi. Meskipun di parc ferme setelah kualifikasi keduanya berjabat tangan. Terus pas race, dia menganggap manuver Lorenzo yang nyalip dia di tikungan pertama lap pertama terlalu agresif dan berbahaya. Setelah race, pas wawancara sama radio Dani mengungkapkan kalo Marc mengcopy data settingan motornya. Dan di postingan blognya ada yang aneh, Dani sama sekali nggak bilang kalo dia happy atau kata-kata lain yang bermakna sejenis. Dia cuma bilang kalo hasil race kemarin quite positive, good result, and gives him a lot of confidence for the race at Montmel√≥. Dan di akhir postingan dia cuma menutup dengan “Dani”, no greetings like “A big hug” or “greetings to you all” like usually he did.

Ini aneh.

So, whats happen with him?

Selama ini tampaknya Dani adem ayem aja. Jarang keliatan kesel sama pembalap lain. Tapi kali ini dia kesel sama 3 pembalap sekaligus, Dovi, Lorenzo, sama Marquez. Kita nggak tau apa Dovi bisa dapet posisi 3 di grid start karena efek slip streaming dari Dani yang ada di depannya pas kualfikasi, tapi toh Dani bisa dapet pole postion sekaligus pencatat rekor pole terbaru. Soal insiden dengan Lorenzo, Dani mengakui kalo dia mengalami wheelie makanya sedikit melebar dan membuka celah Lorenzo untuk masuk, tapi Lorenzo masuk dari dalam tikungan dengan kecepatan tinggi dan keduanya nyaris bersenggolan. Lorenzo sudah meminta maaf untuk ini, dia mengakui sudah membuat manuver berbahaya. Tanggapan Dani? Menurutnya manuver Lorenzo sangat agresif untuk tikungan pertama lap pertama, tapi dia beruntung masih bertahan (nggak senggolan dan jatuh). So, how about Marquez? Anak ini jatuh di 3 sesi latihan bebas, paling parah pas FP2, tapi tanpa cedera parah jadi tetep bisa ikut balapan. Yang mengejutkan, Marquez tampil mengagumkan pas race, start dari posisi 6 tapi bisa langsung naik ke posisi 3 di belakang Dani. Sepanjang balapan, dia menempel ketat Dani, sampai akhirnya bisa nyalip Dani di 5 lap jelang finish, tapi jatuh 2 lap kemudian di tikungan yang sama. Ini aneh, he’s not in the best condition lho. Dan motornya, kenapa lebih sempurna dari motor Dani? Sementara Dani harus struggling dengan motornya yang lack of grip sepanjang balapan. Kalo Marquez nggak jatuh dan tetap finish di posisi 2, selisih poin mereka semakin dekat. Kalau akhirnya Dani mengungkapkan kalo Marquez mengcopy datanya, dia pasti udah beneran lelah dengan semuanya. Delapan tahun di HRC, jelas Dani expert soal RCVnya. Kalo jerih payahnya ditiru begitu saja sama teman setim yang sekaligus saingannya dan bahkan hasilnya lebih bagus, aku paham kenapa Dani kesal. Mungkin kekesalan Dani akhir minggu kemarin akumulasi semuanya.

Tapi Dani sayang, be calm. We all know you always doing your very best, don’t be too disappointed with this. We miss your wide smile, your happy face, and the happiness you share on your blog. Time will tell. Stay positive, grateful, and be happy! Jangan ngomel-ngomel lagi ya, senyum aja. Oke ganteng? :p

Tuesday, June 4, 2013

MotoGP Mugello,Italia 2013


Sejujurnya, race di Mugello kemarin aku cuma kebagian 3 lap terakhir, pas Marquez udah jatuh, jadi Dani balik ke posisi 2 di belakang Lorenzo dan semakin didekati Crutchlow yang ada di posisi 3. Sampai akhirnya finish posisi nggak berubah, Lorenzo, Dani, Crutchlow. Pas re run kemarin juga kurang beruntung, pas pagi cuma kebagian nonton lap pertama yang Dani selepas start sebenernya masih di posisi pertama, tapi langsung disalip Lorenzo di tikungan ketiga lap pertama, dan Marquez yang naik ke posisi 3 setelah start dari posisi 6 sama Rossi yang terpaksa out karena terlibat insiden dengan Bautista. Pas re run siang, cuma kebagian 6 lap terakhir, waktu Lorenzo bahkan asap knalpotnya nggak keliatan karena gap udah lumayan jauh, dan Dani harus mempertahankan posisi keduanya dari gempuran Marquez. Lima lap menjelang finish, akhirnya Marquez berhasil menyalip Dani dan mulai membuat gap, tapi nggak lama, karena dua lap berikutnya Marquez tau-tau jatuh di tikungan tempat dia nyalip Dani tadi.

Jadi, dari balapan 23 lap, aku cuma bisa nonton 1 lap awal dan 6 lap akhir, tapi rasanya nggak rugi-rugi amat. Udah tau ceritanya ini. Dani sebenernya nempel ketat Lorenzo sampe lap 13, tapi RC213Vnya lack of grip, jadi setelah itu Lorenzo semakin menjauh. Yah, YZRM1 Lorenzo kali ini lebih strong, keliatan dari awal weekend, lap time Lorenzo jauh lebih  stabil dari lap time Dani. Tapi kejutan terjadi di sesi kualifikasi, di putaran pertama Q2, Lorenzo udah sangat cepat dan semakin mempertajam catatan waktunya sampai melewati rekor pole position di Mugello yang dipegang Dani Pedrosa di tahun 2012. Eh ternyata, di putaran terakhirnya Dani yang dapat pole position dan rekor pole balik lagi jadi milik Dani, haha, Lorenzo kaget karena dia merasa kalo dia yang bakalan dapat pole. Di kualifikasi kemarin, Dani sempet agak bete sama pembalap lain yang memanfaatkan slip streaming, salah satunya sama Andrea Dovizioso. Jadi, slip streaming ini pembalap memanfaatkan efek aerodinamika pembalap yang ada di depannya biar dapet lap time yang bagus. Makanya Dani keliatan kesel di lintasan karena pembalap-pembalap di belakangnya pada nggak usaha sendiri dan nggak pada duluan. Tapi untunglah Dani berhasil di putaran terakhirnya, dapet pole position pertamanya musim ini, sekaligus memecahkan rekor miliknya di Mugello dengan catatan waktu 1’47.157. jadi menurutku malah seruan pas kualifikasi daripada balapnya, lebih drama, haha.

Tapi apa racenya beneran nggak drama? Drama juga sih, Rossi jatuh di lap 1, padahal ini balapan kandangnya dan dia berharap bisa finish di podium. Rossi terakhir kali menang di Mugello tahun 2008, dan mumpung dia udah balik ke Yamaha dia berharap bisa dapet hasil bagus, eh malah jatoh, pas balapan baru mulai lagi. Marquez lebih nggak beruntung lagi. Sepanjang weekend, Marquez jatoh 4 kali, di FP 1, FP2, FP3, sama terakhir di balapan. Yang parah waktu jatuh di FP2, Marquez celaka saat kecepatan motornya 300 km/jam lebih, ngeriiii, untungnya Marquez nggak cedera parah, selain dagunya yang bengkak dan cedera bahu, nggak ada patah tulang. Marquez ini nyalinya beneran gede, dia balap dengan dagu yang masih bengkak dan diperban, dengan kondisi yang jelas nggak 100% pun dia masih kompetitif. Selepas start, dia langsung naik ke posisi 3 dan menempel ketat Dani yang ada di posisi 2 hampir sepanjang balapan, sampai akhirnya dia bisa nyalip Dani. Eh, tapi nggak lama tau-tau jatoh sendiri, Marquez pun nggak tau kenapa bisa jatoh, jadi DNF deh.

Dengan tambahan 20 poin, Dani masih ada di puncak klasemen dengan 103 poin. Lorenzo naik ke posisi 2 menggeser Marquez yang gagal finis dengan selisih 12 poin dari Dani. Semoga Dani tetap di puncak klasemen sampai akhir musim dan jadi juara dunia, amiiiiin, FIGHTING AYAANG, YOU CAN DO IT!! :p

And, i will give you a lot of my handsome Dani, enjoy! :D

I'm ready for press conference
During the press conference
Diajak nggosip sama Lorenzo
Rossi nggosipin apa ya kok Dani ketawa?
Relaks duluu...
Discussing his RC213V with Mike Leitner
Yay, dapet pole position pertama musim ini
Sempet kesel pas kualifikasi, tapi terus baikan sama Dovi
Pemilik 3 posisi start terdepan MotoGP Mugello
I'm fastest man ever at Mugello
Starting grid race
Duel ketat sama Marquez
Parc Ferme MotoGP Mugello
My trophy for second place
Champagne timeee!!


Saturday, June 1, 2013

Review J-Drama: Itazura Na Kiss Love in Tokyo



Hah, bukannya Itazura Na Kiss itu drama jadul banget? Yup! Tapi aku nggak bermaksud bahas itakiss versi 1996 (buseet, 17 tahun lalu??), karena sekarang drama ini diremake lagi dengan judul, “Itazura Na Kiss, Love in Tokyo”. Ini versi kesekian lho setelah versi manga, versi 1996, versi Taiwan (It Started with A Kiss, plus sekuelnya They Kiss Again), dan versi Korea (Playfull Kiss). Itakiss versi manga aku belum pernah nonton, tapi pernah lah liat sekilas di youtube. Itakiss versi 1996 pernah nonton banget dan bikin jatuh cinta sama Takeshi Kashiwabara, pemeran Irie Naoki, yang ganteng banget. Itakiss versi Taiwan rasa-rasanya sih belum nonton, tapi pernah liat booklet kumpulan sinopsisnya di salah satu tabloid yang hits jaman dulu (sinopsis super duper singkat tapi itu mah, selembar bisa buat 4 episode). Itakiss versi Korea, aku nontoon, malah masih sering rerun meski  dramanya udah tayang dari 2010.

Semua Itakiss ceritanya sama. Buat yang sama sekali belum tau ceritanya Itazura Na Kiss, kasian banget :p. Jadi, Itakiss menceritakan tentang Aihara Kotoko, anak kelas F, yang naksir sama Irie Naoki, anak kelas A. Kotoko ngasih surat cinta ke Naoki, tapi suratnya diterima aja nggak, atau dengan kata lain Kotoko ditolak. Suatu hari, Kotoko yang baru saja pindah ke rumah barunya terkena musibah, rumahnya hancur sebelum sempat ditinggali. Berita hancurnya rumah keluarga Aihara disiarkan di tv dan dilihat oleh Iri-Chan, teman lama ayah Kotoko, yang langsung menghubungi ayah Kotoko dan mengajak tinggal di rumahnya. Tak ada pilihan, ayah Kotoko dan Kotoko pindah ke rumah keluarga Iri-Chan. Nahh, tapi Iri-Chan ini ternyata ayahnya Naoki, haha, Kotoko shock harus serumah sama orang yang sudah menolaknya. Ayah dan ibu Naoki menerima Kotoko dengan sangat baik. Ibu Naoki seneeng banget akhirnya punya anak cewek di rumah, sampe mempermak kamar Yukii (adik Naoki) jadi sangat girly dan Yukii terpaksa pindah ke kamar Naoki, makanya Yukii sebel sama Kotoko. Meskipun udah ditolak, Kotoko makin terpesona sama Naoki dan makin semangat ngejar Naoki. Apa usahanya berhasil? Apa Kotoko yang heboh dan sedikit bodoh bisa menaklukkan Naoki yang cool dan super pintar? Haha, semua pasti udah tau gimana perkembangan cerita mereka dan gimana endingnya, karena pada akhirnya mereka nikah.

Terus, kenapa tertarik sama Itakiss Love in Tokyo? Bukannya ceritanya sama aja?

Yep, cerita emang sama, tapi feelnya beda, lebih fresh! Dan menurutku pemerannya pas banget! Aihara Kotoko diperankan Miki Honoka, Kotoko tercantik dan terekspresif dari semua versi. Irie Naoki diperankan Yuki Furukawa, cocok dengan image Naoki yang cakep dan cool. Meskipun pemeran Naoki terganteng masih dipegang Takeshi Kashiwabara, tapi Yuki-lah pemeran Naoki terimut. Beda usia Yuki dengan Miki ternyata 10 tahun lho, Yuki udah 26 tahun, tapi masih imut banget jadi nggak keliatan gap umurnya.

Miki Honoka, cantik kan?

Yuki Furukawa and Naoki's smile
Alur cerita Itakiss Love in Tokyo persis dengan Playfull Kiss, yang masih sering ditonton. Jadi udah tau, habis ini ceritanya yang apa, tapi tetep aja lho nggak sabar nunggu Itakiss Love in Tokyo tayang tiap minggunya. Eh, ada beberapa yang beda sih, ada tambahan detail cerita yang bikin ngakak. Jadi di episode 4, Kotoko kan ngasih jimat buatan sendiri ke Naoki yang mau ujian, maksudnya buat jimat keberuntungan, tapi gara-gara jimat itu yang ada Naoki malah sial terus. Pagi sebelum berangkat ujian, Naoki agak nggak enak badan, demam sama batuk-batuk gitu, Kotoko berinisiatif ngasih obat yang katanya ampuh. Setelah obatnya diminum, Naoki baru tanya “Obat ini nggak bikin ngantuk kan?”. Kotoko baru nyadar kalo obatnya bikin ngantuk, sekeluarga langsung panik dan minta Naoki muntahin obatnya, haha. Tapi nggak, Naoki tetap berangkat. Di stasiun ia ketemu Watanabe, temannya, yang liat ada jimat di tas Naoki, kata Naoki nanti ia akan membuangnya. Tapi kesialan malah datang bertubi-tubi gara-gara jimat itu. Waktu keluar lift, jimatnya malah nyangkut di pintu lift. Naoki kekeuh ngambil jimatnya sampe ketinggalan kereta *padahal tadi katanya mau dibuang?? :D*. Pas akhirnya sampe tempat ujian, jimatnya jatoh sendiri pas Naoki di tangga, pas diambil ada yang lewat dan nggak liat Naoki, jadilah Naoki jatuh berguling-guling di tangga. Jatohnya agak parah, jadi Naoki masuk ruang ujian pake penyangga kaki. Mana pensilnya patah semua gara-gara jatoh tadi, untung tanpa diminta Watanabe langsung minjemin. Pas istirahat makan siang, Naoki liat kotak bekalnya yang dibuatkan Kotoko, dan Watanabe bilang jangan dimakan, daripada ntar diare, HAHAA. Habis makan siang, lanjut ujian kedua dan saat itulah obat Kotoko beraksi, Naoki ngantuk banget dan tertidur. Pengawas bangunin dia pas udah tinggal 10 menit, dan Naoki langsung ngebut ngerjain soalnya yang belom selesai. Watanabe bilang jimat itu sangat mengerikan, tapi ia malah punya firasat kalo Naoki akan bersama selamanya dengan Kotoko, Naoki kesel. Pulang ke rumah, semua shock liat kondisi Naoki, tapi saking keselnya Naoki sama Kotoko, tanpa penjelasan doi langsung masuk kamar. Untuk pertama kalinya Naoki khawatir dengan hasil ujiannya, gara-gara Kotoko.

Nah, beda kan yang ini? Nggak ada di versi lain sepertinya. Itakiss tayang seminggu sekali setiap Jum’at di Jepang sana, dan malam ini baru sampe episode 9. Belum sampe Naoki akhirnya jadian sama Kotoko, tapi udah mulai ada tanda-tanda kalo Naoki itu sebenernya tertarik sama Kotoko. Suka banget sama Naoki yang langsung kiss Kotoko waktu Kotoko bilang dia mau ngelupain Naoki, haha, Naoki nggak mau Kotoko ngelupain dia. Kotoko shock, dan akhirnya tetep ngejar Naoki *Naoki berhasil*. Terus lucu banget pas Naoki cemburu sama KinChan, haha, meskipun Naoki diem aja dan stay cool, dari tatapan matanya keliatan banget kalo dia cemburu sama KinChan. Padahal Kotoko cuma ngganggep KinChan sahabat. Terus pas Kotoko sama ayahnya udah pindah rumah dan Kotoko memutuskan menyerah soal Naoki, Naoki yang cari-cari alasan buat ketemu Kotoko tiap hari. Jadi Naoki terima tantangan Sudo, senior di klub tenis, Naoki harus berpasangan dengan Kotoko dan melawan Sudo yang berpasangan dengan Yuko (saingan Kotoko, soalnya doi naksir Naoki). Beda banget sama Naoki yang nggak Cuma pinter pelajaran, tapi juga jago olahraga, Kotoko nol banget soal tenis. Makanya, Naoki ngelatih Kotoko subuh-subuh, malem-malem, setiap hari. Aww, alasan aja deh Naoki ini. Soalnya pas akhirnya mereka kalah, Naoki bilang kalau dari awal ia tak berminat menang, sebenernya kangen Kotoko kan Naoki?? :”>

Naoki cemburu, keliatan dari matanya

Kotoko keseleo abis tanding tenis, digendong Naoki deh

"Untuk pertama kalinya kau memanggil namaku kan?"

Running with Irie Kun
"It's hard for me to be with you, but i don't hate you"
Naoki ini luarnya aja cuek, tapi sebenernya dia tertarik sama Kotoko. Episode malem ini yang Naoki memutuskan hidup mandiri dan keluar rumah. Kotoko sedih, dia pikir Naoki pergi dari rumah karena Kotoko akhirnya kembali ke rumah keluarga Irie. Meskipun garis besar ceritanya udah tau, tapi tetep aja penasaran. Mana tayangnya cuma seminggu sekali, aaaarrgh!! Ah ya, pengen banget rasanya buat sinopsis Itakiss ini, tapi apa daya, aku masih belom bisa donlot drama gara-gara nggak punya IDM.. 

Dan astagaa, Kotoko dari Itakiss versi 1996 jadi cameo di episode 10, jadi perawat pas Yuuki sakit, AAAKK!!