Thursday, July 24, 2014

Sinopsis Marriage Not Dating Episode 5 Part 2


Ibu langsung menemui Ki Tae dan bertanya bagaimana Jang Mi bisa tau, ini bisa mengacaukan pemilihan presiden (universitas) ayahmu. Ki Tae heran karena ibunya membicarakan topik terlarang ini. Ibu jadi berpikir Ki Tae yang memberitahu Jang Mi, untuk memperpendek napas ibu.


“Tidak, aku berusaha untuk bernapas. Di depan orang itu, tanpa kusadari semua keluar begitu saja. Melegakan bisa memberitahu segalanya dengan nyaman, setidaknya pada satu orang,” jawab Ki Tae tenang. Ibu tak percaya. Ki Tae berkata kalau ibu menolak Jang Mi, haruskah aku hidup sendirian selamanya? Ibu minta Ki Tae menunggu, ia akan membawa bukti kalau kalian cuma sandiwara dan pergi. Ki Tae hanya bisa menghela napas kesal.


Di cafe, Yeo Reum membujuk chef hyung-nya untuk mencicipi masakannya sekali saja. Si chef mau dan bukannya berkomentar soal rasa malah curiga Yeo Reum menggunakan dapurnya. Yeo Reum menyangkal, ia membuatnya di rumah, apa rasanya biasa saja? Si chef mengiyakan dan minta Yeo Reum pergi, ia sibuk. Tapi begitu Yeo Reum pergi, si chef nyicipin lagi dan keliatan suka sama itu masakan. Btw, ini kayak sup yang dimakan Jang Mi semalam?


Ibu Hoon Dong di salon dan kesal pada anaknya sendiri yang menyebutnya tukang copy. Ibu Ki Tae ternyata juga di sana dan bergumam heran saat melihat ibu Hoon Dong berjalan ke arahnya dan menyapa ramah. Tapi ibu Hoon Dong tak menyapa ibu Ki Tae, ia malah melewatinya begitu saja dan menyapa.. Se Ah. Se Ah tak mengenal ibu Hoon Dong rupanya, meski ia tetap menyapa ramah dan berkata ia tak terlalu sering berinteraksi dengan Hoon Dong.


Ibu Ki Tae mendekat dan berkata kalau Se Ah bisa bertemu Hoon Dong karena Se Ah-ssi putus dengan Ki Tae. Se Ah tersenyum dan menyapa ibu Ki Tae, apa Anda baik-baik saja? Ibu Ki Tae tersenyum mengiyakan, sudah lama tak bertemu. Ibu Hoon Dong menganggap pertemuan dengan Se Ah ini adalah takdir dan mengundangnya datang ke wine party nanti malam. Salah satu member adalah istri tokoh kunci pemilihan presiden universitas ayah Ki Tae.

Ibu Ki Tae tak mau memaksa, bertemu orang-orang tua pasti tak menyenangkan, kita bisa bertemu berdua saja nanti. Ibu Hoon Dong masih tak menyerah, pertemuan nanti diadakan di cafe Hoon Dong, jika ada Hoon Dong, Se Ah-ssi mungkin akan lebih nyaman, iya kan Madam Shin? Se Ah tertawa, kalau begitu ia harus datang. Ibu Hoon Dong senang dan segera menghubungi anaknya.


Ki Tae bertemu Hoon Dong yang memberi informasi soal Se Ah yang akan datang ke wine party nanti malam, ibu ingin menyingkirkan Jang Mi, apa yang harus kita lakukan? “Ini bukan kita, tapi aku,” jawab Ki Tae yang langsung buru-buru pergi. Hoon Dong kesal, ia mencoba fair play dengan memberi informasi itu, tapi apa?


Sakit perut Jang Mi makin tak tertahankan, dan Jang Mi sudah minta ijin managernya untuk ke dokter, tapi Ki Tae menelponnya. “Dimana kau?” tanya Ki Tae. “Di mall. Aku pulang telat hari ini,” jawab Jang Mi. Ki Tae ternyata sudah di situ, ia tau Jang Mi bohong dan menariknya pergi. Jang Mi tak mau, ia buru-buru.


Di dapur, Yeo Reum menemukan panci supnya yang sudah kosong. Si chef kembali sambil memegangi perutnya yang tak beres, dan menyangkal ia menghabiskan supnya, ia membuangnya tadi. Yeo Reum cuma mengangguk mengerti. Si chef menemukan kotak kimchi yang dibawa Jang Mi dan minta Yeo Reum membuangnya, siapa yang mencari kimchi di restoran Eropa? Perut chef makin melilit dan buru-buru ia ke toilet. Yeo Reum sudah akan membuangnya, tapi ia teringat perkataan Jang Mi, kau tak bisa membuang sesuatu dengan mudah sepertiku kan?


Flashback ke masa kecil Yeo Reum. Ibu Yeo Reum memasakkan pancake kimchi kesukaannya, tapi setelah itu meninggalkan Yeo Reum kecil yang menangis. Yeo Reum pun tak jadi membuangnya.


“Tak mau!” teriak Jang Mi pada Ki Tae, sudah kubilang aku tak mau ke cafe Hoon Dong. “Lalu kenapa kau malah kesini tengah malam?” tanya Ki Tae balik. Jang Mi tetap tak mau, stop mengganggu ibumu, apa kau tau yang terjadi hari ini di mall.. “Hentikan,” pinta ibu Ki Tae yang melangkah menuju mereka dan mengomel soal Jang Mi yang benar-benar besar mulut. Ibu tak suka Ki Tae malah membawa Jang Mi kesini. “Ini tempat dimana ibuku bertemu orang-orang penting, aku akan memperkenalkan Jang Mi,” ujar Ki Tae.


Tak hari ini, jawab ibu. Ini bukan tempat untuk berbuat bodoh, istri CEO tempat ayahmu bekerja akan ada disini, jika Jang Mi tanpa sengaja membuka mulut besarnya maka... Belum selesai ngomong, istri CEO yang dibicarakan datang menyapa ibu dan Ki Tae. Ki Tae akan memperkenalkan Jang Mi, tapi ibu buru-buru mengajak istri CEO itu masuk.

Ki Tae yakin ini kesempatannya, ia tak bisa terus di samping Jang Mi yang seperti bom dan lebih baik ia hidup sendiri karenanya. Jang Mi kesal, tapi.. perutnya mules lagi. Sekali ini lagi saja, pinta Ki Tae. Jang Mi berkata ia perlu ke toilet, Ki Tae mengerti dan mengajak Jang Mi masuk.


[2 jam sebelum invasi topan]


Jang Mi mau langsung ke toilet, tapi Ki Tae menariknya dan memperkenalkan Jang Mi sebagai wanita yang akan dinikahinya ke ibu-ibu yang sudah berkumpul. Hoon Dong dan Yeo Reum yang juga ada di situ kaget, sementara ibu Ki Tae diam saja. Madam istri CEO menyapa ramah dan menyuruh Jang Mi duduk. Jang Mi menolak, ia hanya datang untuk menyapa dan didukung ibu Ki Tae, jika orang asing datang ke pertemuan kita ini akan tak nyaman.


“Kalau begitu apa aku harus kembali?” tanya Se Ah yang baru datang. Ia terlambat karena menyiapkan wine-nya. Ibu senang melihat Se Ah dan memperkenalkannya. Madam istri CEO yang ramah menyuruh Se Ah segera duduk, dan juga Jang Mi dan Ki Tae. Jang Mi terpaksa duduk sambil menahan sakit perutnya, dan tersenyum tak enak pada Yeo Reum yang menuangkan air untuknya.


Ibu Hoon Dong menyindir Ki Tae yang duduk di antara pacarnya sekarang dan mantan pacarnya. Se Ah tertawa tak enak, mereka memang pernah bersama, tapi sekarang hanya teman jadi tak perlu canggung. Tapi ibu Hoon Dong belum selesai dan malah bilang kalau pacar Ki Tae yang sekarang, Joo Jang Mi, baru saja putus dengan Hoon Dong. Hoon Dong kesal, Jang Mi juga, tapi ia lebih repot mengurusi perutnya yang mules dan buru-buru ke toilet.


Yeo Reum ke dapur dan tak menemukan chef atau makanan apapun. Si chef kembali dan marah-marah pada Yeo Reum, kau pikir siapa yang buat perutku sakit? Tapi perut si chef sakit lagi dan buru-buru balik ke toilet.


Jang Mi susah payah jalan ke toilet, tapi Hoon Dong malah menarik tangannya dan minta maaf, kau sedih karena ibuku kan? Jang Mi yang buru-buru berkata ia baik-baik saja dan minta Hoon Dong pergi. Hoon Dong malah menggenggam tangan Jang Mi dan ngoceh macam-macam. Jang Mi menarik paksa tangannya dan bergegas ke toilet, tapi belum juga pintu toilet terbuka.. si chef menerobos masuk. Jang Mi sekuat tenaga menahan sakit perutnya dan terpaksa meninggalkan toilet.


Tak menemukan apapun di dapur, Hoon Dong minta Yeo Reum cepat mengeluarkan apa saja yang gampang. Yeo Reum menghela napas bingung, tapi melihat kotak kimchi Jang Mi ia jadi mendapat ide. Ia membuat masakan baru dengan kimchi itu dan mengidangkannya, cuatro cheese kimchi pancake. Ibu Ki Tae komentar kalau bau kimchi mungkin akan menutupi bau wine. Ibu-ibu lain juga tampak tak mengapresiasi menu yang dihidangkan Yeo Reum. Yeo Reum kecewa, apalagi melihat Jang Mi yang langsung meninggalkan meja (padahal gara-gara mules berat). Yeo Reum kesal dan membuang sisa kimchinya ke tempat sampah tanpa berpikir lagi.


Jang Mi mengetuk pintu toilet putus asa, si chef daritadi nggak keluar-keluar, perutnya masih mules terus. Ki Tae melirik Jang Mi yang tak ada di sampingnya, dan suasana mulai krik krik. Madam istri CEO memutuskan mencicipi masakan yang dihidangkan dan takjub.. ini enak. Di hari hujan, pancake kimchi adalah yang terbaik dan kimchi ini memeluk empat macam keju dengan lembut dan cocok sekali dengan wine, cobalah.. Semua mencoba, dan setuju.


Gagal ke toilet lagi, Jang Mi terpaksa naik dan malah bertemu Yeo Reum yang menariknya pergi. “Kenapa kau berakting innocent di depan ibu-ibu itu?” tanya Yeo Reum. Jang Mi minta mereka bicara nanti saja dan akan pergi, tapi Yeo Reum malah berpikir Jang Mi mengindarinya karena khawatir ketahuan ibu-ibu itu. Jang Mi menyangkal dan melangkah pergi, tapi lagi-lagi ditahan Yeo Reum. “Apa kau bermuka dua? Semalam meskipun kubilang jangan dimakan tapi kau menghabiskannya tanpa sisa, tapi hari ini kau berakting seperti gadis innocent.”


Jang Mi bilang badannya sedang tak enak. Tentu saja,jawab Yeo Reum, kau menciumku semalam dan hari ini kau jadi tunangan dokter. Jang Mi berkata ada sesuatu yang kau tak tau, aku dan Ki Tae hanya akting. Ada yang terjadi, itu terlalu panjang untuk diceritakan, tapi intinya karena Ki Tae tak ingin menikah.

“Lalu bagaimana denganmu? Kenapa kau setuju?”

“Itu ceritanya juga panjang. Bagaimanapun, kami yang memulainya dan aku juga bertanggungjawab.”


Yeo Reum tak mengerti. “Tak mengerti bagaimana? Aku menyukaimu!” teriak Jang Mi. Jang Mi minta Yeo Reum menunggu, ia akan menceritakan semuanya nanti. Yeo Reum hanya terdiam, dan Se Ah yang ternyata mendengar pembicaraan mereka tersenyum senang.  


Ki Tae menanyai Se Ah yang baru kembali ke tepat duduknya apa Jang Mi ada di toilet? Tanpa perlu dijawab, Jang Mi sudah kembali dan malah pamit mau pergi. Madam istri CEO berkata kita bahkan belum minum wine bersama. Ibu Hoon Dong curiga, apa kau ada masalah dengan Madam Shin? Terpaksa Jang Mi duduk lagi, padahal sakit perutnya makin tak tertahankan. Pandangan mata Jang Mi bahkan udah nggak normal lagi, semua tampak goyang, keringat bercucuran. Semua menikmati wine dengan gembira dan perlahan, tapi Jang Mi menenggak satu gelas sekaligus. Habis itu masih disuruh makan lagi, kalo yang lain makan pake garpu sama pisau, ini Jang Mi langsung makan pake tangan dan dimasukin mulut sekaligus, hahaa. Sementara itu, KI Tae melihat ibunya yang diam saja, tak bereaksi daritadi.


Madam istri CEO malah memuji Jang Mi, ibu Ki Tae berkomentar kalau ia juga ingin berpikiran terbuka seperti madam istri CEO. Dan langsung dipertanyakan ibu Hoon Dong, kau berpikiran sangat terbuka Madam Shin, kau bahkan menerima calon menantu dengan catatan kriminal. Hoon Dong yang lagi minum sampe nyembur dan mengingatkan ibunya.


Jang Mi yang super tak tahan sama sakit perutnya mengiyakan saja, aku punya catatan kriminal, aku stalker yang didenda 50.000 won. Jang Mi selesai memperkenalkan diri, selesai makan, dan selesai minum dan buru-buru pamit pergi.

[Invasi topan]


Jang Mi sudah kepayahan berjalan dan panik harus kemana. Dan dhuaar, Jang Mi tak mampu menahannya lagi. Jang Mi terhenti dan menutupi bagian belakang celananya dengan tas. Ki Tae memanggilnya. “Jangan mendekat,” pinta Jang Mi. Ki Tae jadi khawatir, kau baik-baik saja?



“Jangan mendekat,” ulang Jang Mi panik, ini semua karenamu. Ki Tae mengerti dan minta maaf, tapi tetap maju mendekat. “Pergi! Kubilang pergi!” teriak Jang Mi. Ki Tae tak mengerti, apa yang salah. “Pergilah. Kumohon pergilah..” pinta Jang Mi putus asa. 


Dan berhembuslah angin melewati Jang Mi, Ki Tae mencium sesuatu dan mundur selangkah. Jang Mi pasrah dan makin menutupi belakang celananya. Ki Tae, “Apa mungkin...”


“Jangan lakukan apapun! Jangan..” cegah Jang Mi. Ibu Ki Tae datang dan menyelamatkan Jang Mi tanpa banyak bicara. Se Ah menghampiri Ki Tae dan berkata Ki Tae sangat kekanakan.


Di ruang kerja Ki Tae, Jang Mi sudah berganti celana dan berterimakasih sekaligus minta maaf pada ibu Ki Tae. Ibu Ki Tae minta Jang Mi menganggap mereka sudah berbagi rahasia, jadi jangan mengatakannya kemanapun. “Ini seperti pup di celanamu kan? Sesuatu yang keluar tanpa keinginanmu. Kau takut dan malu, dan kau sangat terluka sampai kau tak bisa mengatakan apapun kan?” tanya Jang Mi. Ibu tanya apa Jang Mi hanya puas saat mengatakan apa yang ingin dikatakan? Jang Mi minta ibu jangan khawatir, ia tak akan mengatakannya pada siapapun. Ibu Ki Tae tak mengatakan apapun dan pergi.



Ki Tae masuk dan bertanya apa yang kalian bicarakan. Jang Mi minta kita berhenti saja, ia sudah mengakui perasaannya ke Han Yeo Reum. Ki Tae hanya diam.



Ibu Ki Tae keluar dan bertemu madam istri CEO yang baru akan pergi, ia berkata telah melihat sisi lain ibu Ki Tae hari ini, ia pikir ibu Ki Tae akan menjadi wanita robot seperti biasanya dan memuji apapun situasinya, sepertinya ibu Ki Tae tau bagaimana caranya mengerti dan memaafkan orang. Ibu Ki Tae hanya tersenyum mendengarnya.


Hoon Dong di bar dan meminta Hyun Hee datang karena ia pikir ia bisa memberitahu Hyun Hee segalanya. “Sepertinya aku bisa memberitahu Han Yeo Reum segalanya,” ujar Jang Mi. Ki Tae tanya apa Jang Mi memberitahu soal hubungan mereka. Jang Mi bilang mereka akan kencan sungguhan sekarang, jadi ia tak bisa merahasiakan sesuatu. Jang Mi tak mau mengorbankan kehidupan percintaannya karena Ki Tae lagi. “Lalu bagaimana dengan pup insiden? Apa kau akan mengatakannya juga?” tanya Ki Tae.



Jang Mi: “Hey! Itu cuma sedikit okay?” Ki Tae malah mengancam apa ia harus mengatakannya dan mengejek Jang Mi jorok, hahaa.. Jang Mi mengejarnya panik dan langkah keduanya terhenti saat melihat Se Ah menyodorkan amplop pada Yeo Reum. Se Ah berkata ia lega sudah tau apa yang terjadi. Ki Tae memandang Jang Mi yang menatap tak percaya, khawatir.





Komentar:
Astaga paraaah, Ki Tae bener2 udah tau jelek jeleknya Jang Mi, hahaa. Baru ini di drama korea lead femalenya pup di celana, kasian Jang Mi dia harus menahan penderitaan seberat itu.. :p

7 comments:

  1. Kuat bgt ya jang mi nahan pup dari pagi-malemckck. Suka deh sama drama ini bikin ngakak haha. Makasih sinopsisnya tetap dilanjut ya semangat^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu nahan pupnya dari pagi, pantes jadi typhoon invasion :p

      Delete
  2. Ditunggu episod selanjutnyaa yaa semabgatt!!

    ReplyDelete
  3. Wah aku udah susah payah nyari sinopnya nggak ketemu" nnti disini. Makasih yah mbak difa. Lanjut terus, semangat dan salam kenal. Hehehe ^^

    ReplyDelete
  4. Kirain ada apaan waktu liat openingnya, kirain mereka lagi berantem seperti biasa makanya dinamain "typhoon invasion" tapi ternyataaaaa.....aih aih plot twist-nya dapet banget! Poop incident! :)))

    ReplyDelete