Sunday, August 31, 2014

Sinopsis Marriage Not Dating Episode 16 (Final) Part 2


Ibu sudah berpikir tentang apa yang nenek katakan kemarin. Nenek siap menerima apapun keputusan ibu. Baru ibu mau membuka mulut, ayah datang dan gembira mengabarkan kalau ia terpilih menjadi presiden universitasnya. Ayah tertawa-tawa senang, tapi tak ada yang menanggapi sampai ayah bingung, apa kalian tak akan mengucapkan selamat padaku?


Ibu bilang harusnya ayah yang mengucapkan selamat padanya. Tentu saja, jawab ayah, aku berutang padamu. Ayah menggenggam tangan ibu dan berterimakasih. Ibu ingin sesuatu sebagai balasannya. Ayah setuju, ia akan memberikan apapun yang ibu inginkan. Tapi langsung kaget saat ibu minta cerai.


Nenek minta ayah melepaskan ibu, kita sudah selesai mendiskusikannya. Ibu akan memberikan kebebasan pada ayah, tapi sebagai gantinya rumah ini untuknya. Ayah makin kaget. Nenek lagi-lagi membela ibu, dia sangat layak mendapatkannya. Ayah bingung, lalu nenek bagaimana? Ibu berkata ia yang akan merawatnya. Gantian nenek yang kaget.


“Aku akan hidup dengan kalian berdua sebagai teman, bukan menantu. Tentu saja jika kau tak keberatan aku menganggu kehidupanmu,” ujar ibu. Ayah tak rela, tak bisa sesederhana itu, tempat ini mahal. Tapi tak ada yang mempedulikannya, ibu malah memeluk nenek dan bibi yang terharu dengan bahagia. Kasian deh ayah dicuekin, lagian siih..


Ki Tae datang ke cafe saat Hoon Dong dan chef Uhm sibuk maskeran. Hoon Dong juga akan membuat chef Uhm jadi pria tampan agar bisa sesukses Jang Mi. Chef Uhm melepas maskernya kesal, padahal ia yang mengajari Yeo Reum memasak, lalu masuk ke dapur. Ki Tae berkata Hyun Hee pandai menghasilkan uang, tutup saja tempat ini. Hoon Dong ikutan melepas maskernya kesal, istrinya bahkan tak mau menunjukkan rekening bank, aku yakin dia menghasilkan uang yang banyak. “Buatlah keuangan yang transparan sebelum menikah atau kau akan menyesal,” saran Hoon Dong.


Ki Tae tak peduli dengan uang milik Jang Mi dan bukankah seharusnya kau mengelola keuanganmu sendiri? Hoon Dong hanya berkata sinis seberapa lama Ki Tae bisa tak peduli, lalu bertanya bagaimana keadaan ibu Jang Mi. Operasinya sukses, jawab Ki Tae, dia akan pulang besok. Hoon Dong ikut lega, tapi apa kau mendapatkan persetujuan untuk menikah?


Di RS, ibu membaca koran dan ayah menyuapinya apel. Ibu menyodorkan buku tabungan, minta ayah mengambil bayaran untuk memotong apel. Tentu ayah tak mau, ia sudah memberikannya pada ibu. Ibu berkata operasinya sukses dan ia bisa hidup selama bertahun-tahun. Ayah tak menanggapi dan memberitahu rencananya untuk membuka delivery pizza.


“Pizza? Dari ayam ke pizza? Benar-benar peningkatan,” komentar ibu. Ayah melakukannya agar ibu tak perlu menjual minuman keras lagi. Ibu menegaskan kalau ia masih membenci ayah, ia memilih bersama ayah agar tak membebani Jang Mi. Ibu akan menggunakan uang di tabungan itu untuk pernikahan Jang Mi kelak. Ayah tak mengerti, kenapa menggunakannya untuk anakmu? Gunakan untuk dirimu sendiri, dan lagi kau benar-benar menentang pernikahan mereka. “Aku hanya benci bagaimana penyihir itu memperlakukanku,” gumam ibu.


“Maksudmu aku?” tanya ibu Ki Tae yang ternyata ada di belakang mereka. Haha, ayah ibu Jang Mi langsung shock. Ibu refleks memanggilnya besan, tapi lalu canggung, ia tak tau harus memanggil ibu Ki Tae dengan sebutan apa. Ibu Ki Tae hanya tersenyum.


Mereka bicara berdua. Ibu Ki Tae minta maaf soal waktu itu. Ibu Jang Mi menolak, waktu itu ia yang sedang tak waras, jadi ia jauh lebih berhati-hati kali ini. Ibu Ki Tae justru memutuskan sebaliknya, ia akan merestui mereka kali ini. Mereka sudah melewati banyak hal sampai sejauh ini, ibu Ki Tae tak ingin memberi mereka kesulitan. Ia ingin pernikahan mereka menjadi milik mereka.

Ibu Jang Mi tak yakin, “Entahlah, kau punya keluarga yang hebat, bagaimana bisa tidak ikut campur? Maksudku kau akan membuat dia memasak untuk ritual keluarga?”


“Jangan khawatir, setidaknya aku tak akan membuatnya melakukan itu. Aku bukan lagi anggota keluarga Gong. Aku bercerai,” jawab ibu Ki Tae tersenyum. Ibu Jang Mi kaget, tapi kalian berdua tampak saling menyayangi? Lalu kelepasan bertanya soal harta gono gini. Ibu Ki Tae tersenyum maklum, ia dapat rumah yang mereka tempati. Ibu Jang Mi makin kaget, bukankah itu mahal dan bertanya apa rahasianya sampai ibu Ki Tae bisa mendapatkannya.


Ibu Ki Tae lega, dipikirnya ibu Jang Mi akan memarahinya. Tidak mungkin, jawab ibu Jang Mi, aku harus mengucapkan selamat padamu. Tapi ibu Jang Mi super penasaran, bagaimana kau mendapatkannya?


“Jadi kau akan mengijinkan anak-anak menikah?” tanya ibu Ki Tae. Ibu Jang Mi mengangguk mengerti, jadi begitu caramu membuat kesepakatan. Mereka lalu tertawa.

Jang Mi: [Semuanya berjalan lancar. Kita tak bisa membiarkan masalah datang.]




Jang Mi baru datang dan heran melihat seseorang yang asing yang baru memasak di barnya. Hyun Hee yang perutnya sudah membesar (keliatannya ini beberapa bulan kemudian) akan menjelaskan, tapi Yeo Reum datang dan minta Jang Mi menyapa pria itu, chef Tony, dia akan mengambil tempatku. Jang Mi bingung, bagaimana denganmu?


Ternyata Yeo Reum memutuskan berhenti. Ia melakukannya karena usaha Jang Mi sudah sukses, ia harus merencanakan bisnisnya sendiri. “Ini bar dan impianmu, kau yang mengembangkan menunya. Apa karena aku?” tanya Jang Mi khawatir. Jang Mi yakin itu pasti karenanya, itu sebabnya Yeo Reum memutuskan tanpa bicara dengannya.


Yeo Reum tertawa, “Apa semuanya karena dirimu? Dunia tidak berputar hanya di sekitarmu. Tinggal di satu tempat tak cocok untukku, aku sedikit bosan.” Yeo Reum minta Jang Mi berhenti merasa bersalah, kau akan membayar hasil kerjaku dan kompensasi untuk resepku. Yeo Reum menyodorkan tangannya mengajak bersalaman, tapi Jang Mi diam saja. Ia baru menyambut tangan Yeo Reum setelah Yeo Reum mengancam akan memberi pelukan.


Jang Mi: [Aku tak tau ini akan terjadi. Aku tak tau perpisahan ini akan menjadi awal kesulitan dari pernikahan kami.]


Ayah Ki Tae minum wine bersama ibu. Ibu melihat kancing jas ayah terlepas, ayah berkata itu karena tak ada ibu. Ibu tak bersimpati, ia melihat ayah mencabutnya tadi di luar. Haha, ketahuan. Ayah menyesal tak menghabiskan waktu bersama ibu seperti ini, tapi ibu sama sekali tak menyesal menghabiskan waktu bersama ayah. Ayah langsung girang. 


“Bukan berarti aku bahagia, aku tak bahagia tapi itulah aku. Aku melakukan yang terbaik untuk bertanggung jawab pada pilihanku dan hidup dengan itu,” sahut ibu, menyuruh ayah menyelesaikannya seperti dirinya. Ayah mendesah pasrah. “Bertanggung jawablah atas cintamu dan pertahankan,” ujar ibu lalu bangkit pergi.


Ayah menahan tangan ibu, “Aku kehilangan rumah dan keluargaku, apa gunanya cinta? Apa masuk akal jika aku tak diundang ke pernikahan anakku sendiri?” Ibu berkata itu keinginan Ki Tae lalu melangkah pergi. Baru berapa langkah ibu berhenti dan berbalik, menyuruh ayah datang besok.


And it’s our nemo couple turn yang lagi asik bubble bath sambil minum wine. “Acaranya besok,” gumam Jang Mi. Ki Tae berkata ia bangga pada ‘Si akting buruk’ Joo Jang Mi, kau sudah sejauh ini. Jang Mi membenarkan, tak lain dan tak bukan dengan Gong Ki Tae. Keduanya tersenyum dan mulai flashback setiap pertemuan mereka.


Jang Mi berkata kesan pertama Ki Tae yang terburuk, kau tampak seperti tikus basah yang rewel. “Bukankah aku terlihat seksi ketika basah?” tanya Ki Tae. 


Jang Mi membenarkan, jadi ia ingin melihat Ki Tae yang basah dan seksi lagi dengan menyiram jus persis padanya. 


Ki Tae tertawa dan mengatai Jang Mi gila saat mengejar Hoon Dong. “Kau menangis hanya karena mimisan, kau kira aku tak melihatnya?” sindir Jang Mi.


“Siapa yang akan percaya padamu?” tanya Ki Tae mengingat Jang Mi yang memukulinya di upacara peringatan kakeknya, aku seperti seorang pria yang pengertian.

“Kau pasti sangat menginginkan aku.”


“Hingga putus asa,” sambung Ki Tae mengingat soal typhoon invasion. “Hei! Apa kau tak punya kenangan yang baik?” teriak Jang Mi.


Ki Tae: “Jujur kau sangat cantik hari itu.” Jang Mi juga berkata kalau sejujurnya ia ingin Ki Tae mengatakan itu. Dan Jang Mi mengaku, saat itulah ia mulai jatuh cinta pada Ki Tae dan bertanya, apa Ki Tae jatuh cinta padanya pada saat itu juga?


Tidak, jawab Ki Tae. “Lalu, apa sebelum waktu itu?” tanya Jang Mi lagi. Ki Tae mengiyakan, sebelum saat itu. Jadi Ki Tae beneran jatuh cinta pas Jang Mi nyelamatin dia yang kekunci di kamar mandi? Kyaaa, itu kan udah lama banget!


Jang Mi tertawa mengingat itu, aku tak pernah berpikir kita akan berakhir bersama seperti ini. Ki Tae berdehem, “Setelah kita kembali dari bulan madu, mari kita merombak kamar mandi.” Jang Mi bingung, kenapa? Kita punya banyak kenangan di sini. Dan mulai terdengar suara lolongan serigala saat Ki Tae berusaha mendekat ke Jang Mi, berkata ini sedikit sempit untuk kita berdua.


Jang Mi tertawa, lupakan saja, jangan buang-buang uang. Ki Tae berkata Jang Mi menghasilkan banyak uang, mengapa tidak? Jang Mi butuh banyak uang untuk bisnisnya. Ki Tae penasaran, tapi Jang Mi sama sekali tak mau memberitahu, kau yang ingin rekening bank terpisah. Ki Tae ingat saran Hoon Dong untuk membuat keuangan transparan sebelum menikah atau kau akan menyesal. Ki Tae menawarkan diri untuk membantu Jang Mi mengatur keuangan, tapi Jang Mi merasa tak perlu. Dan aku baik-baik saja dengan ukuran baknya, ujar Jang Mi yang mendekat dan menggoda Ki Tae. Miaaw! Hahaa.


Jang Mi: [Kita masih saling percaya saat ini, tapi..]


Wedding day. Jang Mi dan Ki Tae berdiri di altar pernikahan. Mendung sangat pekat saat itu. Jang Mi bersikeras minta dibatalkan. “Kau yakin?” tanya Ki Tae. Jang Mi yakin. “Tak akan menyesal?” tanya Ki Tae lagi. Tidak, jawab Jang Mi. Ki Tae benar-benar akan membatalkannya, dan turun dari altar.. minta wedding organizer membatalkan payungnya. Ha? Hahaha! Kalo batal nikah nggak mungkin juga sih :p


Sepertinya akan hujan, menurut si WO. Ki Tae berteriak pada Jang Mi, tuh kan, dia juga bilang sepertinya akan hujan! Jang Mi menyusul dengan kesal, ramalan cuaca bilang tak akan hujan, matahari akan segera bersinar. Ki Tae tak setuju, para tamu akan basah. Jang Mi tetap tak mau, itu hanya akan membuat pengap dan menghalangi pandangan. Si WO menurut pada Jang Mi, dan minta Ki Tae untuk setuju saja dengan pengantin wanita, dengan cara itu kau tak akan menyesal nantinya. Jang Mi tertawa senang, ia menang.


Dan payung-payung pun diturunkan. Jang Mi menenangkan Ki Tae yang daritadi hanya menghembuskan napas kesal. Yeo Reum datang dan memuji Jang Mi cantik. “Apa kau tak melihatku juga?” tanya Ki Tae, merasa diabaikan. Yeo Reum langsung memeluk Ki Tae erat, memberinya selamat. Haha, Ki Tae sampe sesak napas dan Jang Mi bantu melepaskan mereka.


Jang Mi diminta untuk pergi ke ruang tunggu dulu, ia mengajak Yeo Reum dan berkata akan kembali pada Ki Tae. Yeo Reum ingat dan berkata uangnya akan ditransfer. “Benarkah?” tanya Jang Mi sambil berjalan. Ki Tae dengar dan curiga, mentransfer uang?


Ki Tae pun pergi mengintip Jang Mi yang baru asik berfoto dengan Yeo Reum dan ia makin curiga saat mereka masih membicarakan soal uang. Yeo Reum merasa Jang Mi harusnya memberikan lebih untuk semua yang sudah ia lakukan, tapi Jang Mi bilang jumlah segitu sudah ia berikan dengan kemurahan hati. Ki Tae sudah mau masuk dan bertanya langsung, tapi ibu menariknya untuk menyambut tamu.


Yeo Reum pergi, gantian Se Ah yang datang dan memberi selamat pada Jang Mi. Jang Mi menyambutnya gembira. Se Ah bertanya tentang kondisi ibu Jang Mi. Jang Mi berbisik, ibunya menyukai payudara yang kau buatkan untuknya, tapi sebenarnya ayahnya yang lebih menyukainya. Se Ah tertawa. Jang Mi mengundang Se Ah datang ke barnya, ia akan mentraktir. Tapi Se Ah tak bisa minum saat ini, mimpinya akhirnya menjadi kenyataan, ia hamil. Jang Mi langsung terdiam.


“Kau akan mengucapkan selamat padaku kan?” tanya Se Ah. Jang Mi terbata-bata memberinya selamat, tapi... sebelum sempat bertanya Hyun Hee dan Hoon Dong datang. Se Ah pun pergi. Jang Mi begitu kepikiran sampai kehilangan senyumnya. Hoon Dong bahkan perlu mengarahkannya untuk senyum dan melihat ke arahnya saat difoto.


Berada di sebelah ibunya yang menyambut tamu, Ki Tae juga kepikiran soal uang yang diberikan Jang Mi.


Jang Mi berfoto dengan mantan manajer dan teman-temannya, tapi dahinya berkerut, khawatir Ki Tae memberikan ‘itu’ pada Se Ah. Jang Mi berusaha menyangkalnya, tapi ia ragu lagi, mungkin saja.. Jang Mi tak tahan dan bangkit akan menemui Ki Tae. Tapi bibi dan nenek datang, memuji Jang Mi sangat cantik.


Ki Tae minta ijin pada ibunya untuk menemui Jang Mi, tapi terhenti karena ibu Hoon Dong datang, dan Hoon Dong yang langsung memeluknya heboh sampai Ki Tae teriak minta dilepaskan, hahaa. Ki Tae menyuruh Hoon Dong segera masuk dan mau ke arah Jang Mi lagi, tapi perawat-perawat di RSnya menghentikannya. Ki Tae berterimakasih dan menyuruh mereka masuk.

Melihat Jang Mi yang tak tersenyum daritadi, Hyun Hee berbisik apa Jang Mi butuh sesuatu. Bawakan Ki Tae untukku, pinta Jang Mi.


Baru mulai jalan lagi, Ki Tae harus menghadapi bibi-bibi yang langsung mengomelinya karena menyembunyikan ini dari mereka dan bagaimana bisa kau menikah tanpa ayahmu? Ayah tiba-tiba muncul. Ibu memberitahu Ki Tae kalau ia yang mengundang ayah. Dia tetap ayahmu, dia harus datang. Dan bibi-bibi itu gantian mengomeli ibu yang bercerai, bagaimana bisa kau memutuskannya tanpa konsultasi dengan kami? Ki Tae berusaha menghentikan, tapi mereka malah makin ribut. Hadeeeh, bibi-bibi ini annoying!


Hyun Hee menghampiri Ki Tae, menyampaikan pesan kalau Jang Mi mencarinya. Ki Tae menyuruhnya menunggu, dan memandang stress bibi-bibinya yang terus ribut.


Jang Mi dan Ki Tae akhirnya bertemu sebelum mereka berjalan ke altar. Jang Mi menarik Ki Tae untuk bicara. Sementara itu Hoon Dong selaku MC sudah membuka acara dan kedua ibu mempelai kita saling memberi hormat di depan.


Jang Mi tau sekarang bukan waktu yang tepat, tapi ia merasa tak nyaman. “Apa?” tanya Ki Tae gelisah, Hoon Dong sudah memanggilnya masuk.. berkali-kali.

“Apa kau memberi Se Ah hadiah? Kudengar dia hamil,” tanya Jang Mi. Ki Tae mendesah tak percaya, apa yang kau pikirkan sekarang? Jang Mi mendesak Ki Tae, tapi Ki Tae tak mau menjawab, menurutnya itu sama sekali tak layak dijawab. Napas Ki Tae naik turun karena marah dan ia bertanya balik, bagaimana dengan dirimu? Apa kau memberikan Yeo Reum uang? Jang Mi berkata itu untuk bisnis.


Ki Tae makin marah, kenapa kau harus memberinya banyak uang? Jang Mi ikut-ikutan naik nada suaranya, apa kau mencurigaiku? Wanita dari WO menyusul mereka, menyuruh mereka segera masuk, para tamu sudah menunggu.


Saat berjalan menuju tempat pernikahan pun, Jang Mi masih mengomel soal Ki Tae yang bilang kita tak harus yakin dan kita mungkin akan punya masalah, kau bilang karena hal ini ada di pikiranmu? Aku tak bisa menikah dengan perasaan seperti ini!


“Apa? Apa sebenarnya yang tak bisa kau katakan padaku?” tanya Ki Tae marah. Jang Mi balas teriak, “Katakan padaku, kau atau bukan?” Hiyaaak, ini calon pengantin paling emosional sedunia kali ya. Ki Tae bahkan masih emosi saat melangkah ke altar. Berikutnya Jang Mi yang masuk bersama ayahnya, tapi ia kesal karena Ki Tae malah melihat ke arah lain saat ia melangkah ke arahnya.


Karena ibu Ki Tae sudah bercerai, salah seorang bibi Ki Tae senang mereka akhirnya mendapat menantu baru. Bibi lainnya tak setuju, dia kan yang menghancurkan upacara peringatan. Nenek dan bibi berusaha menyuruh mereka diam. Ibu to the point berkata jangan membuat menantunya melakukan itu dan berkata soal ayah Ki Tae yang punya seorang wanita yang akan melakukannya dengan sangat baik. Bibi-bibi itu makin ribut, wanita apa? Ibu minta mereka diam. Nenek sama bibi aja kesal sama mereka.


“Gong Ki Tae, lihat aku!” gumam Jang Mi dalam hatinya. Tapi Ki Tae sama sekali tak melihatnya. Jadi saat sampai di altar, Jang Mi tak mau menyambut tangan Ki Tae. Udah disenggol-senggol tuh padahal sama Ki Tae, Hoon Dong juga minta pengantin wanita untuk menggandeng tangan pengantin pria. Jang Mi benar-benar tak mau dan berkata ia ingin menanyakan sesuatu dulu. Semua hening.


Jang Mi: “Kau benar-benar tak menyembunyikan apapun dariku?” Semua mulai kasak kusuk. Tidak, jawab Ki Tae. Jang Mi masih tak percaya, jadi Ki Tae menyuruhnya melihat sendiri. Se Ah ternyata duduk bersama Richard yang heran mengapa semua orang menatapnya. Richard bahkan mencium pipi Se Ah. Hehee, Jang Mi yang bisa menyimpulkan sendiri jadi malu.


Sekarang gantian Ki Tae yang bertanya soal Yeo Reum. Kali ini Jang Mi mau menjawab, ia membayar Yeo Reum karena dia berhenti dari bar. Yeo Reum tersenyum ke arah mereka. Ki Tae cuma berdehem tak enak.

Kekacauan mulai terjadi saat bibi annoying sadar Jang Mi punya bar. Jadi putri pemilik bar adalah pemilik sebuah bar juga? Nenek berusaha menghentikan mereka, Hoon Dong sebagai MC juga. Ibu Jang Mi ikut kesal dan membela putrinya, apa yang salah dengan bar? Hyun Hee ikut bicara, itu bukan seperti yang kalian pikirkan, unni dan aku menjual makanan dan minuman yang benar-benar enak. Ibu Hoon Dong bangkit kaget, kau melakukannya? Kau tak pernah bilang padaku. Giliran Hoon Dong yang tak tinggal diam, ibu bilang agar dia tak bermalas-malasan di rumah!


Hoon Dong berlari membela istrinya. Sementara bibi-bibi Ki Tae malah bertengkar dengan ibu Jang Mi. Suasana makin panas, tak ada yang mau berhenti berteriak dan mengalah. Ki Tae sama Jang Mi sampe stress. Dan puncaknya, tiba-tiba hujan turun. Ramalan cuaca yang dipercaya Jang Mi salah. Semua tamu berhamburan menyelamatkan diri.


Jang Mi: [Hidup benar-benar penuh kejutan. Yang terburuk datang bersama yang terbaik. Tapi kami bisa melalui hidup karena terkadang yang terbaik datang bersama yang terburuk.]


Tinggal Jang Mi dan Ki Tae yang berdiri di tengah hujan. Jang Mi lalu tertawa, “Pernikahan ini sangat kita.” Ki Tae tertawa setuju. Ki Tae mengeluarkan cincin pernikahannya dan memasangnya di jari manis Jang Mi. Jang Mi tersenyum bahagia memandang cincinnya, dan gantian memasangkan cincin di jari Ki Tae. Keduanya tertawa.


Jang Mi: [Pernikahan menyangkut kedua keluarga, bukan hanya kita. Kita akan mengalami ketidaknyamanan karena masalah keluarga lainnya.]


Ki Tae pun mencium pengantin wanitanya.

[.. Walau demikian, aku pikir pernikahan benar-benar berharga jika kau dan aku bisa menghabiskan waktu bersama-sama walau kadang sesaat.]



- The End –


Komentar:
Whoaaa, this is the best romcom of the year! Yakin deh. Romantisnya dapet, komedinya dapet (even di episode yang isinya sedih-sedihan), melo-nya dapet (tapi untunglah cuma bentar, nggak yang masuk melo territory apalagi makjang), dan familynya juga (mendadak aku jadi ibu Ki Tae – Jang Mi shipper). Seneng banget liat Jang Mi – Ki Tae dari awal sampe akhir episode. They’re totally opposite to each other, tapi bener-bener saling melengkapi, aaak, urri nemo couple!

Semua konflik rasanya terselesaikan dengan baik, dan aku nggak nganggap ibunya Ki Tae monster in law lagi :p. Dan yang terpenting, Jang Mi – Ki Tae akhirnya nikah jugaaaa! Meskipun mungkin ini pernikahan terkacau se dramaland, tapi ini yang namanya konsisten, seperti yang Jang Mi bilang, pernikahan ini ‘kita banget’, hahaa.


In the end, thank you for following this wonderful journey with me. Terimakasih untuk yang sudah mampir baca sinopsis di sini, apalagi yang menyempatkan komen. You don’t know that you’re really helps me to always write every week. Kamsahamnidaaa! 


43 comments:

  1. Makasih banyak sinopsis nya mba...meskipun baru comment tp sy ikutin terus blog nya...izin share juga yaa...

    Salam kenal,

    ReplyDelete
  2. Mba setlah ini mo bkin sinops drama pa lagi...?????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drama jepang, itakiss season 2.. :)

      Delete
  3. Terimakasih untuk sinopsisny. Seru bangettt ceritanya betul kata authornya semua ceritanya mengaduk2 para penonton. Tetep semangat untuk menulisnya y.

    ReplyDelete
  4. Seru banget drama ini.. will be miss this drama

    ReplyDelete
  5. typhoon invasion �� g banget smpi terpingkal-pingkal jdx..�� Gong Ki Tae
    Benar kt Jang Mi, pernikahan ini kita banget...blm pernah lht ad pernikahan spt itu ��
    Yayy akhirx happy ending..❤
    Thx sinopsisx mb difa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tema dramanya konsisten "jang mi & ki tae banget", komplit lah

      Delete
    2. Sama2.. Makasih yaa udah setia mampir and komen. :D

      Delete
  6. makasih sinopsisnya...
    seneng banget akhirnya jang mi and ki tae bisa menikah!
    rasanya ga nyangka ternyata udah berakhir.. huuhuuhuhuu

    ReplyDelete
  7. Makasih sinopny, seneng bisa baca cerita yg endingny happy bingitssss, semangat trus y buat sinop yg lain :)

    ReplyDelete
  8. Gumawo eonni
    Happy ending awww nemo couple.... Buat aku susah move on dari kalian hahaha

    Eonni ditunggu drama selanjut nya ;) :D

    ReplyDelete
  9. gomawo eonni...
    miane ru komen tp q selalu ngikutin sinopsis nya loh heheheh cheongmal
    seneng bgtz akhirnya Happy Ending buat nemo couple...
    cemungud terus untuk lanjutin sinopsis drama2 selanjutnya y...
    eonni fighting...

    ReplyDelete
  10. Gumawo m'ba difa , suka banget sama drama ini gak ngebosenin baca sinop'nya ^_^

    ReplyDelete
  11. Bener banget... best romcom deh.. endingnya jg the best banget... sukaaaa...

    ReplyDelete
  12. gak jadi beli dvd nya. baca sinop nya udh cukup hehe
    Itakiss 2 nya ditunggu yah kak tpi november nya masih lama

    ReplyDelete
  13. Makasih buat sinopsisnya bantu aku bgt soalny dvd yg aku tonton eps trakhir gk ada teks nya jd bingung sndri dah stelah baca sinopsis jd tau deh..hehe

    ReplyDelete
  14. bagus sih tp nikahannya itu agak err ahahaha

    ReplyDelete
  15. Suka banget sama Jang Mi-Ki Tae! They should have been awarded for the best couple of the year. Terima kasih banyak sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  16. Overall happy ending 😘. Thanks mbak sinopsinya 😊

    ReplyDelete
  17. kereeennnn,,,suka banget. meski baru sempet komen pas endingnya...hahah lucu abis and romantis...makasih banget sinopsya...

    ReplyDelete
  18. Gumawo onnie sinopsisnya.. tetep smangat yah,ditunggu sinopsis2 terbarunya

    ReplyDelete
  19. Gumawo onnie sinopsisnya.. tetep smangat yah,ditunggu sinopsis2 terbarunya

    ReplyDelete
  20. Ending yg paling the best dari drama korea.

    ReplyDelete
  21. Gumawooo...q udah baca ini 2 Kali....

    ReplyDelete
  22. Mba, sinopsisnya keren banget! 😋 Berasa nonton doramanya langsung, biking penasarannnnnnn. Makasihhh ya mba.

    ReplyDelete
  23. makasih sinopsisnya ya.......ditunggu sinopsis selanjutnya !!!

    ReplyDelete
  24. Aku juga suka sama itakiss.... 😁

    ReplyDelete
  25. Haha..baca dr awal sampe end seharian fl sambil ngurus anak baru selesai jam 2 malam tp ga sia2..endingnya gak bikin nyesel...g gantung kya dramkor byasanya.makasih y yg bwt sinop.tetep semangat bikin yg baru2..

    ReplyDelete
  26. Tengkyu sinopsisnya kak ❤❤ #telatnonton #telatnontonsetahun #gapapakogapapa

    ReplyDelete
  27. Setiap kali liat bapaknya ki tae dateng, bawaannya pengen bilang 'SUKURIN'. Harusnya dari dulu2 dia dicuekin sekeluarga.
    .
    Makasih sinopsisnya :)
    Semangat.

    ReplyDelete
  28. Keren. Aaaaaaaaaaaaa jatuh cinta sama drama ini. >_< ga kerasa endingnya cepat bgt

    ReplyDelete
  29. bagus...akhirnya selesai juga baca sinopsis nya...keren banget...

    ReplyDelete
  30. Waww .. daebakk .. ga bosen bosen sma drama ini ,hhi

    ReplyDelete
  31. Waww .. daebakk .. ga bosen bosen sma drama ini ,hhi

    ReplyDelete
  32. Akhirnya bisa tau endingnya. Makasih si nopsisnya. Ga sempat nonton dramanya tp cukup sinopsisnya aja udah seperti ikutan nonton

    ReplyDelete