Sunday, February 21, 2016

Youth Over Flowers in Iceland Episode 4 Part 2


Jung Suk dan Sang Hoon keluar hotel untuk menemui orang dari rental mobil. Mereka udah bingung gimana cara jelasinnya, Jung Suk masih aja lho mau mengandalkan app translatornya yang bahkan akhir-akhir ini udah nggak merespon. “Good morning,” sapa Sang Hoon hyung.


“Good evening,” koreksi si bapak rental mobil, hahaa. Si bapak langsung nyodorin kertas dan suruh mereka tandatangan untuk mobil baru. Jung Suk masih berusaha menjelaskan, “There was an accident, ...” Tapi si bapak tampak nggak penasaran atau butuh penjelasan, like d’oh i know that’s why i’m here. Si bapak malah tanya apa mereka bersenang-senang? Sang Hoon hyung agak bingung, dan baru ngerti pas si bapak tanya, “Fun fun?”


“Yes, fun fun! Good fun fun fun!” jawab Sang Hoon hyung. Setelah urusan tandatangan beres, si bapak pun pamit. “Enjoy your driving,” ujar Sang Hoon hyung yang bikin si bapak agak tercengang, soalnya kali ini dia bener ngomong Inggrisnya, huahahaa.

 
 

Sambil nunggu aurora yang siapa tau muncul malam ini, four stones minus Jung Woo duduk-duduk di bar. Mereka gaya-gayaan ngobrol pake bahasa Inggris, tapi begitu ada bule Scotland duduk gabung sama mereka, mereka langsung diem begitu si  bule ngomong agak panjang. Nggak ngertii, mereka cuma bisa ikut ketawa canggung, hahaha.


Si bule bilang kalau ini pertama kalinya dia ke Iceland. Denger kata ‘first time’, Sang Hoon hyung refleks nyanyi dan Jung Suk otomatis megangin Sang Hoon, “Hyung, hentikan..” HUAHAHAHA. Jung Suk jelasin kalau Sang Hoon ini aktor musikal yang terkenal di Korea. Sang Hoon nyebutin judul-judul musikal yang terkenal kayak Jekyll and Hyde, Cats, Les Miserables, Miss Saigon. Si bule menganguk-angguk, “Kau membintangi semua itu?” “No,” jawab Sang Hoon hyung, dia hanya berandai-andai, huahaha.


Btw, sementara mereka ngobrol dengan bule Scotland, di luar langit mulai terang. Cahaya hijau pudar mulai muncul di langit. Dan mereka di dalam sama sekali tak tau, Jung Suk bahkan baru mau mulai wawancara.


Jung Woo yang keluar dan mendongak ke langit karena kebiasaan melihat cahaya hijau pudar tadi. “Aurora.. Aurora!” teriaknya. Mereka yang asik ngobrol dengan bule Scotland buru-buru keluar. Jung Suk yang baru wawancara bingung karena orang-orang heboh sambil nyebut aurora. Penasaran, ia meninggalkan wawancara dan keluar mengikuti yang lain.

 
 

Semua orang di hotel keluar. Cahaya hijau yang tadi tampak pudar kini makin jelas, dan four stones menatap langit nggak percaya.. mereka akhirnya lihat aurora! Semua terdiam, the magic aurora borealis is so surreal! Ha Neul bahkan rela keluar tanpa jaket selembarpun, sampai Sang Hoon hyung meluk dari belakang dengan jaketnya which is so aww..

 
 

Beberapa orang yang mau meninggalkan hotel biar bisa lihat aurora lebih jelas menawarkan mereka tumpangan. Mereka bingung, jadi orang-orang itu pergi duluan. Karena semua orang pergi, mereka memutuskan juga akan pergi. Mereka kembali ke kamar, berpakaian sehangat mungkin, dan begitu keluar.. cahaya aurora tampak semakin jelas.


Aurora borealis, karya menakjubkan angkasa yang hanya bisa dilihat di bumi bagian utara atau selatan. Cahaya indah yang menari-nari di langit to make you hold your breath and just stare at the wonderful sky, feels like you’re dreaming. (Seeing the dancing aurora borealis is the ultimate dream of mine, thats why i love this Iceland batch so much!)


Mereka pun akhirnya masuk mobil tanpa tau harus menuju ke arah mana. Mereka percaya naluri Jung Woo yang kali ini duduk di balik kemudi. Tapi dong mereka malah ribut, ‘kita harus ke arah sini’ ‘tidak, kita ke sana’ dan cuma bikin Jung Woo bingung dia harus kemana, hahaha. Mereka akhirnya berhenti di tempat sepi dan lebih gelap. Dan aurora tampak jelas membentang dari satu ujung langit ke ujung lainnya.


Mereka naik ke atas bukit agar lebih jelas melihat aurora, dan begitu sampai Ha Neul langsung teriak, “Hyung, daebaak!” Semua takjub memandang pertunjukan aurora di atas sana. Pemandangan yang sulit dipercaya. Dan di saat yang sama, aurora yang menari indah terlihat di semua penjuru Iceland, mulai dari Reykjavik, ├×ingvellir, Gullfoss, Hverager├░i, Selfoss, Reynisfjara, juga Jokulsarlon. Btw, background music yang dipakai bener-bener pas, Bruno Mars – Just the way you are.

 
 

When i see your face, there’s not a thing that i would change. Cause you’re amazing, just the way you are. And when you smile, the whole world stops and stares for a while. Cause you’re amazing, just the way you are..


Mereka bahagia bisa melihat aurora bersama. Sang Hoon bahagia bisa melihat aurora di samping Jung Suk, Ha Neul, juga Jung Woo. Jung Woo bilang jika mereka berdoa sambil menatap aurora, maka doa mereka akan terwujud. Terdengar agak menggelikan, tapi Jung Woo mengajak mereka semua menutup mata dan berdoa.


Semua menutup mata, menyatukan tangan, dan mulai berdoa. Impian mereka melihat aurora telah terwujud. Dan Jung Suk selesai berdoa dalam 10 detik (haha, cepet amat Chef!).


Setelah datang ke Iceland, Jung Suk melihat banyak hal yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Setiap melihat hal-hal yang baru, ia teringat pada orang-orang yang ia cintai dan keluarganya, seandainya ia bisa berbagi hal ini dengan mereka. Dan saat melihat aurora, ia paling terbayang orang-orang yang ia sayangi. Jung Suk bahkan menitikkan air mata, meskipun lalu beralasan itu karena ia kedinginan, haha.


Ha Neul yang kedua selesai berdoa. Bagi Ha Neul, yang terpenting untuknya adalah ibu dan ayahnya, juga adiknya. Ia berdoa agar mereka terus hidup bersama tanpa kekhawatiran, dan akan lebih baik jika ia bisa membuat mereka bahagia (aaaah, uri maknae is so sweet).

 
 

Jung Woo berharap bisa melihat aurora bersama orang-orang yang ia cintai. Sang Hoon hyung sangat bersyukur bisa bepergian dengan teman-temannya. Ia sudah puas walau tanpa melihat aurora, ia sudah melihatnya dalam hati. Di Iceland, Sang Hoon hyung menemukan cahaya aurora-nya sendiri, jadi ia pikir ia tak perlu melihatnya sendiri. Melihat aurora yang indah membuat Sang Hoon hyung memikirkan anak dan istrinya, dan ingin membawa mereka ke sini.


"Traveling is about finding your dreams. Place that you left will be more amazing. That’s make traveling more priceless."


Sang Hoon hyung, “Kemanapun kamu pergi, dan apapun yang kamu rasakan tak penting. Yang penting adalah siapa yang pergi bersamamu.”

 
 

“Ayo berbahagia,” janji mereka di bawah langit penuh aurora dan jutaan bintang yang indah. Mereka berempat mulai menyatukan tangan dan siap melakukan stones fighting, tapi karena mereka sedang melihat aurora slogan mereka diganti menjadi, “AURORAAA!!” Dan persis saat itu, cahaya aurora kembali menari di belakang mereka dan membuat mereka kembali bersorak bahagia.


Mereka pulang saat aurora menghilang dan langit kembali gelap. Mereka yang merasa benar-benar beruntung sampai pengen menghubungi wartawan, bilang kalau mereka udah liat aurora dan itu bukan efek komputer, hahaha (please call Song Soo Hyuk then :p).

 
 

Di kamar hotel, four stones yang terlalu bahagia terus menyanyikan lagu soal aurora (iye, karangan mereka sendiri, haha). Jung Woo and Ha Neul take a lot of happy selfie. Selesai mandi pun, semua tak bisa tidur karena masih terlalu excited. Jadi mereka pun mengadakan pesta kecil tengah malam di kamar hotel yang sempit.

 
 
 

Pesta kecil yang seperti mini fan meet buat Jung Suk, karena Jung Woo tanya gimana awalnya sampai Jung Suk terjun di musikal? Jung Suk cerita saat itu ia masih kuliah tahun keempat saat mulai menikmati musikal, ia suka menari dan menyanyi. Jung Suk tampil perdana di musikal ‘The Nutcracker’ tahun 2004, saat itu ia cuma bagian dari penyanyi latar. Lalu ia berperan dalam ‘Nunsense A-men’, jadi biarawati termuda (wait what? Hahaha). Tapi peran itu membuatnya mulai terkenal, dan membuatnya dapat peran utama di musikal ‘Grease’. Pengalaman musikalnya yang membuatnya masuk ke dunia akting seperti ini (now, he did a lot of movies and dramas!).

 
 

Jung Woo gantian tanya bagaimana dengan Ha Neul? Ha Neul cerita kalau musikal pertamanya saat ia berusia 17 tahun, judulnya ‘The Watch’. Jung Suk memuji Ha Neul yang pintar menyanyi dan berakting. Kadang Jung Suk nggak ngerti gimana Ha Neul bisa menyanyi dengan suara seperti itu, tapi itu karena ia banyak belajar dan menemukan warnanya sendiri. Mereka ketemu di musikal ‘Spring Awakening’, dan saat itu Ha Neul baru 20 tahun.


Jung Woo setuju, saat pertama mereka ketemu, ia tau kalau Ha Neul memang berbakat. Jung Woo bangga pada Ha Neul yang bekerja keras, makanya Ha Neul masuk dalam lima juniornya yang ia sukai. Aaw!


Saat malam makin larut, mereka pun bersiap pergi tidur. Dasar aktor musikal, Sang Hoon hyung nggak bisa biarin lampu sorot di samping tempat tidur nganggur. Ia mainkan lampu itu sambil bilang, “Ladies and gentlemen..” Dan Jung Suk yang lagi sikat gigi pun muncul seolah-olah menyapa semua penonton dari stage. Ampuuuuun, mereka ini nggak ada matinyaa! Hahaha.


Pagi hari di Vik. Selesai mandi, Jung Suk yang mengendus jaketnya bilang pingin ganti baju. Iyaaa Cheef, aku juga pengen liat kamu ganti baju, itu baju udah dipake lebih dari 5 hari lhoo. Untung winter jadi nggak keringetan.


Mereka lalu sarapan, apalagi kalau bukan dengan hotdog favorit mereka. Btw ini kayaknya sosisnya nggak direbus dulu deh, mereka kan nginepnya di hotel yang nggak ada dapurnya, Sang Hoon hyung aja belah apel pake tangan, haha canggih.

 
 

Saat interview dan ditanya apa makanan paling enak, tanpa berpikir Jung Woo langsung jawab.. hotdog! Kata Jung Suk, sosis itu selalu ada bersama mereka melalui berbagai kejadian. Waktu mereka terlambat meninggalkan bandara itu karena makan hotdog dulu. Sosis untuk sarapan. Sosis dengan nasi. Sosis enak selalu ada untuk mereka kapanpun dimanapun. Hahaha.

 
 

Matahari belum sepenuhnya bersinar saat four stones meninggalkan hotel menuju Skaftafell. Pemandangan matahari terbit pagi itu membuat mereka kembali berdecak kagum, tak ada yang tak indah di Iceland. Jalanan Iceland yang tampak magis dengan hamparan salju di kanan kiri membuat mereka seolah-olah bisa tersedot. Setidaknya begitu menurut Ha Neul.

 
 

“Tak akan kubiarkan,” sahut Jung Woo yang duduk di jok belakang dan entah gimana satu kalimat itu terus dinyanyikan seolah-olah remix, dan lainnya tanpa diminta bikin suara latar sendiri. Jadilah daritadi mereka nyanyi-nyanyi nggak jelas, huahaha, random bin ribut banget!


Mereka akhirnya diam (mungkin dikasih obat penenang sama mobil belakang :p) dan kembali mengagumi pemandangan luar yang tampak seperti planet Mars, seperti dunia yang lain. Nggak heran, film-film sci-fi semacam Interstellar, Prometheus, Star Trex syuting di Iceland, tanah misterius dengan waktu dan angkasanya sendiri.

 
 

Iceland is another planet on earth. Gletser dingin dan gunung berapi yang mendidih. Tanah magis tempat api dan es hidup bersama.


Karena tak bertemu satupun kendaraan sejak tadi, mereka memutuskan menepi dan turun menikmati pemandangan. Jalanan yang benar-benar kosong seolah-olah hanya milik mereka nggak mungkin dibiarkan menganggur. Jadi mereka mulai nari-nari nggak jelas dengan Sang Hoon hyung sebagai instrukturnya. Jung Woo di belakang bertanya-tanya, “Apa yang kita lakukan?” Hahaha, tapi dia ikutan nari juga. Ha Neul sampe capek kebanyakan ketawa.


Jung Suk lalu turun ke padang rumput di sisi jalan. Sang Hoon hyung langsung ambil peran jadi sutradara dan nyuruh Jung Suk jalan lebih jauh lalu mengerang sambil berlutut. Jung Suk nurut aja.

“Yak, stand by! Action!” teriak Sang Hoon hyung.

“EAAARRRRRRGGGH!” erang Jung Suk dramatis sambil berlutut, seolah-olah baru kehilangan orang yang disayanginya. HUAHAHAHA, semua langsung ngakak! Mereka ini geloooo!


Giliran selanjutnya, Kang Ha Neul. Sang Hoon hyung menyuruhnya jalan ke bukit dan sembunyi lalu muncul sambil menembak, kali ini mereka syuting film perang. Ha Neul menurut dan sembunyi di balik bukit. Begitu terdengar suara ‘action!’, Ha Neul langsung berakting sepenuh hati, ia menyerang tapi kakinya tertembak. Tapi ia tak mau menyerah, ia bangkit lagi dan mulai menembaki musuh-musuhnya. HUAHAHAHA, that feels so real!!


Selanjutnya sang sutradara yang didaulat jalan ke bukit. Sang Hoon hyung nggak mau dan rasanya berat sekali sampai harus diantar Jung Suk ke tempatnya. “Perlahan buka bajumu sambil pikirkan orang yang disayang,” instruksi Ha Neul begitu Sang Hoon siap. Sang Hoon hyung protes, itu sulit sekali. Tapi nggak ada yang mau dengar dan Jung Suk langsung teriak, action!


Sang Hoon hyung pun mulai jalan perlahan. Ia meneriakkan nama istrinya, Eun Hye, sambil melepas jaketnya. Semua langsung menertawakan si aktor putus asa. “Sudah kubilang aku tak mau berakting. Kenapa kamu suruh aku melakukan hal aneh?” protes Sang Hoon hyung dari ujung sana.


Oh my, i really can die laughing because of these four stones!

Icelandic beauty and four stones in it is just.. WOW! I LOVE THEM ALL!!